Berhasil Di Olahraga, Gyeongsangbuk-DO Siap Bekerjasama Dengan Jabar Di Bidang Lain

BANDUNG,- Setelah cukup berhasil bekerjasama di bidang olahraga, Provinsi Gyeongsangbuk-DO, Korea Selatan membuka peluang untuk mengembangkan kerjasama di bidang lain dengan Provinsi Jawa Barat. Salah satunya di bidang pendidikan, pariwisata dan kebudayaan, hingga bidang ekonomi.
“Diawali dari bidang olahraga, bagaimana kerjasama ini bisa berkembang di bidang lain seperti di pendidikan, kebudayaan sampai ekonomi. Kami pun datang kesini (Bandung) untuk lebih meyakinkan agar kerjasama di bidang lain selain olahraga bisa berjalan,” ujar salah seorang perwakilan Gyeongsangbuk-DO, Mr Park Eui-Sik saat ditemui di gedung KONI Jabar di Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jumat (23/2/2018).
Mr Park menambahkan, saat ini Korea Selatan, khususnya Gyeongsangbuk-DO, telah menjadi tulang punggung baru di Asia melalui Gerakan Saemaul Undong. Gerakan ini digagas pemerintah Korea pada tahun 1970 dan menjadi pondasi bagi pertumbuhan Korea Selatan dari negara miskin menuju salah satu perekonomian terbesar dunia, serta siap untuk ditularkan ke Indonesia, khususnya di Jabar.
Gerakan Saemaul Undong sendiri merupakan suatu gerakan pembangunan yang digerakkan oleh masyarakat dengan menekankan pada semangat ketekunan, swadaya, dan kerja sama. Keberhasilan gerakan ini dapat dilihat dengan peningkatan rata-rata pendapatan rumah tangga secara drastis dari 825 dolar menjadi 4.602 dolar dalam kurun waktu 10 tahun.
“Program gerakan pembangunan pedesaan ini akan sangat bagus bagi Indonesia untuk bisa menumbuhkan perekonomian berkali-kali lipat. Untuk itu, Gubernur Gyeongsangbuk-DO direncanakan datang ke Jabar pada bulan Mei ini. Dan kita kesini untuk bertemu sekaligus mengundang Gubernur Jabar datang ke Gyeongsangbuk-DO pada akhir April. Ini kami lakukan agar kerjasama dengan Jabar bisa secepatnya terjadi dan tepat sasaran kalau pertemuan orang nomor satu di provinsi masing-masing terjadi,” tuturnya.
Untuk di bidang pendidikan, lanjutnya, Gyeongsangbuk-DO siap melakukan program pertukaran pengajar maupun pelajar di berbagai tingkatan. Mulai dari tingkat sekolah sampai perguruan tinggi.
“Program pertukaran guru, dosen, pelajar, hingga mahasiswa ini siap kita lakukan dengan Jabar yang banyak memiliki institusi pendidikan mulai sekolah sampai perguruan tinggi. Kita akan mulai kerjasama ini dengan memberikan gelar Doktor Honoris Causa bagi kedua Gubernur dari perguruan tinggi di masing-masing provinsi,” tegasnya.
Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin menegaskan, pihaknya bukan bermaksud mengambil peran pemerintah atau universitas dalam hal kerjasama di bidang lain selain olahraga. Namun kerjasama yang pertama dilakukan dengan Gyeongsangbuk-DO, Korea Selatan diawali melalui bidang olahraga.
“Korea Selatan itu memiliki sumber daya manusia yang cukup berkualitas melalui olahraga karena warga mereka tidak pernah lepas dari berolahraga sejak tingkat SD sampai perguruan tinggi. Jadi tidak menutup kemungkinan ada kerjasama di bidang lain seperti pendidikan dengan pembentukan SMA khusus olahraga hingga pengembangan sport science di perguruan tinggi seperti yang dilakukan di Korea Selatan. Begitu pun di bidang ekonomi, bagaimana perusahaan-perusahaan besar di Korea Selatan memberikan dukungan pada olahraga. Hal itu tidak bisa kita lakukan, tanpa ada keterlibatan pemerintah maupun perguruan tinggi dalam membangu kerjasama di bidang lain yang saling medukung. Tidak hanya di olahraga saja,” pungkasnya. (B3)