BK Cabor Tinju Di Akhir Pebruari

BANDUNG,- Sempat tertunda,babak kualifikasi cabang olah raga tinju Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII dipastikan akan digelar pada akhir Februari 2018 di Kabupaten Bogor. Pada fase ini diberlakukan regulasi pembatasan usia atlet, yakni maksimal 30 tahun untuk Porda 2018.

“Jadwal dan waktu babak kualifikasi sudah ditetapkan, yakni di Cibinong Kabupaten Bogor, tanggalnya 26 Februari sampai 3 Maret 2018. Batasan usia atlet maksimal 30 tahun pada putaran final Porda,” ujar Sekretaris umum Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Jawa Barat Ronald Sigarlaki di Sekretariat Pertina Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Senin (15/1/2018).
Cabor tinju merupakan salah satu dari dua cabang olah raga yang belum menggelar babak kualifikasi untuk Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII. Ronald mengatakan, babak kualifikasi nanti akan menggelar total 20 nomor pertandingan. Nomor pertandingan itu meliputi 11 nomor kategori putra, yakni dari kelas 46 kg sampai +91 kg , lalu 9 nomor putri yang mempertandingkan kelas 45 kg sampai 75 kg.
Ronald mempersilakan para pengurus daerah Pertina di Jabar untuk mendaftarkan atletnya pada babak kualifikasi ini. Fase kualifikasi merupakan syarat bagi setaiap atlet untuk bisa tampil pada putaran final Porda.
“Kami punya 27 pengcab namun sekitar 23 yang aktif. Kami persilakan pada prengurus Pengcab untuk mendaftarkan atletnya. Pendaftaran sudah dibuka sejak 29 Desember lalu dan nanti ditutup saat manager meeting,” ujar Ronald.
Ronald mengatakan, pihaknya tidak mematok jumlah peserta pada babak kualifikasi. Namun di aberharap babak kualifikasi ini bisa ddikuti oleh para atlet terbaik dari seluruh pengkot atau pengcab Pertina di Jabar sehingga dapat berlangsung kompetitif.
“Soal jumlah atlet dan pengkab/pengkot yang ikut baru bisa terlihat saat pendaftaran selesai. Lagipula, undangan resmi juga belum dilayangkan ke pengkab/pengkot di Jabar. tapi tentunya kami berhadap babak kualifikasi ini berlangsung kompetitif dengan kehadiran petinju-petinju terbaik binaan pengkot dan pengkab,” ujar Ronald.
Karena jumlah peserta belum diketahui, kata ronald, pihaknya juga belum bisa menentukan jumlah kuota atlet yang akan meramaikan Porda.
“Setelah babak kualifikasi selesai digelar, baru akan kita tentukan formula peserta yang berhak lolos ke putaran final Porda,” ujar Ronald.

Melihat perkembangan pembinaan tinju di daerah, kata Ronald, persaingan pada babak kialifikasi sampai putaran final Porda XIII/2018 cdiprediksi akan cukup ketat. Juarara bertahan Kabupaten Bekasi dinilai tidak akan bisa dominnan mengingat tim dari daerah lain seperti Kota Bekasi hingga tuan rumah Kabupaten Bogor juga punya potensi besar dalam persaingan pada 20 kelas yang dipertandingkan.

“Semakin kompetitif persaingan tentu akan semakin baik karena bakal melahirkan juara yang¬† potensial sekaligus berkualitas supaya bisa menambah kekuatan Jabar pada PON 2020. Dan bukan cuma atlet, dengan ilmu yang sudah didapatkan, para pelatih juga diharapkan bisa memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas atlet dan persaingan pada Porda nanti,” ujar Ronald. (B6)