BK Porda Jabar XIII Sepak Takraw Dimulai, ‎Tim Putra Indramayu Berjibaku Kalahkan Kota Bogor

BANDUNG,- Tim putra Kabupaten Indramayu harus berjibaku mengalahkan tim Kota Bogor pda laga pertamanya di pool C putra babak kualifikasi Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XIII cabang olahraga sepaktakraw di Sport Hall UPI, Jalan Setiabudi Kota Bandung, Minggu (10/12/2017). Sementara tim putri Kabupaten Indramayu menang mudah atas tim Kota Cimahi di laga perdana pool B.
Dari tiga partai yang digelar, tim putra Indramayu berhasil menang dengan skor 3-0. Namun, kemenangan bagi tim putra Indramayu atas tim putra Kota Bogor di setiap partai tidak diperoleh ‎dengan mudah.
Di partai pertama, tim Indramayu harus bermain tiga set untuk mengalahkan tim putra Kota Bogor dengan skor 15-21, 21-15, dan 21-13. Begitu pun pada partai kedua, setelah bertarung tiga set, tim putra Indramayu berhasil menang atas Kota Bogor dengan skor 21-8, 24-25, dan 21-10. Kemenangan Indramatu atas Kota Bogor pun digenapkan di partai ketiga dengan kemenangan dua set, 21-16 dan 21-13.
Sementara tim putri Indramayu yang diperkuat atlet peraih medali emas PON XIX, Lena dan Leni, menang mudah atas Kota Cimahi. Tim putri Indramayu meraih kemenangan yang mudah di partai pertama atas Kota Cimahi dengan‎ skor 21-3, 21-7 dan 22-20. Lalu di partai kedua unggul 21-4, 21-11, dan 21-18.
Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Jabar, Sucipto menuturkan, babak kualifikasi ini diikuti oleh 17 kota/kabupaten dari total 25 pengcab PSTI kota/kabupaten di Jabar. Untuk nomor tim, diikuti oleh 17 tim kota/kabupaten dan kelompok putri diikuti 9 tim kota/kabupaten.
“Di nomor tim ini, kita akan mengambil tim yang masuk dalam delapan besar‎. Baik di putra maupun di putri,” ujar Sucipto saat ditemui di sela-sela pelaksanaan babak kualifikasi Porda Jabar XIII cabang olahraga sepaktakraw di Sport Hall UPI, Jalan Setiabudi Kota Bandung, Minggu (10/12/2017).
Bagi kota/kabupaten yang berhasil lolos di nomor tim, ‎lanjutnya, maka secara otomatis lolos di nomor regu dan nomor double even. Namun jika gagal lolos di nomor tim, maka kota/kabupaten yang bersangkutan harus berlaga di nomor regu dan double even.
“Di nomor regu, kita mengambil peringkat delapan besar yang bisa tampil di Porda Jabar XIII pada Oktober 2018 ‎nanti di Kabupaten Bogor. Jika kota/kabupaten berhasil lolos di nomor regu, secara otomatis lolos di nomor double even. Tapi jika tidak, kota/kabupaten harus kembali berjuang untuk meloloskan atlet di nomor double even,” terangnya.
Sucipto menambahkan, pada babak kualifikasi kali ini, banyak didominasi oleh atlet-atlet muda. Meski demikian, masih ada beberapa daerah yang masih mengandalkan atlet-atlet senior yang berusia diatas 25 tahun.
“‎Dari hasil manager meeting, hampir 70 persen atlet yang akan mengikuti Porda Jabar XIII ini adalah atlet-atlet muda.‎ Padahal kita tidak memberlakukan batasan usia karena pada PON XX tahun 2020 di Papua, sudah dipastikan bebas usia. Semoga saja dari babak kualifikasi dan Porda Jabar XIII, bisa muncul atlet uda potensial yang bisa berbicara di tingkat nasional,” tegasnya.
Babak kualifikasi Porda Jabar XIII cabang olahraga sepaktakraw sendiri mempertandingkan nomor tim putra dan putri, regu putra dan putri, serta double even putr dan putri. Babak kualifikasi sendiri akan digelar hingga ‎Rabu (13/12/2017). (B3)