BKC Purwakarta Juara Umum Jawa Barat Sirkuit Karate IV

BANDUNG, – Seri pamungkas Jawa Barat Karate Sirkuit 2017 rampung digelar di Kabupaten Purwakarta, Minggu (3/12/2017). Tuan rumah melalui BKC Purwakarta tampil sebagai juara umum sirkuit, diikuti oleh Dojo 140 Bandung, dan LBC Parungkuda Sukabumi dalam komposisi tiga besar peringkat akhir sirkuit seri IV tersebut.
Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (Forki) Jawa Barat Andrian Tejakusuma menilai, seperti halnya pada tiga seri sirkuit sebelumnya ditambah sirkuit khusus babak kualifikasi Pekan Olahraga Daerah (Porda), sirkuit pamungkas di Purwakarta juga berlangsung sangat kompetitif. Buktinya, selisih perolehan medali emas cukup tipis di antara para penghuni papan atas klasemen akhir.
BKC Purwakarta sebagai juara umum memang meraup total 27 medali (8 emas, 4 perak, 15 perunggu). Namun, jumlah medali emas tidak unggul jauh atas Dojo 140 Bandung (7 emas, 2 perak, 2 perunggu), atau LBC Parungkuda Sukabumi (5 emas, 4 perak, 4 perunggu). Perolehan medali emas zona 5 hingga 10 besar klasemen juga tida begitu jompang selisihnya.
“Dari sisi hasil, banyak terjadi kejutan di sirkuit terahir tahun ini. Rangkaian sirkuit 2017  ini memakai sistem pemeringkatan poin dan pada sirkuit terakhir ini, banyak atet dengan poin rendah berhasil meraih poin penuh dan menjadi juara sehingga nilai akumuasi poinnya hanya berselisih tipis dengan atlet-atlet di atasnya,” kata Andrian.
Sirkuit seri terakhir di Kabupaten Purwakarta diikuti 756 atlet dari 77 dojo dari berbagai daerah di Jawa Barat dan mempertandingkan kelas usia dini, prapemula, pemula, cadet, junior, hingga senior. Empat sirkuit sebelumnya digelar di Kota Bandung (Seri I), Kabupaten Majalengka (Seri II), dan Kota Bogor Seri (III). Seri khusus BK Porda yang digelar di Kabupaten Bogor menampilkan Kabupaten Bekasi sebagai juara umum. Andrian mengatakan, peta kekuatan atlet-atlet daerah cenderung merata sehingga tidak terjadi dominasi pada setiap sirkuit.
Dia mengatakan, sesuai dengan tujuan dilaksanakannya sirkuit ini, atlet-atlet yang memperoleh nilai kumulatif tertinggi dari lima sirkuit akan dipanggil untuk masuk tim pelatda Jabar.
“Tim ini dipersiapkan untuk menghadapi event Internasional  Indonesia Karate Shoto Open Tournament 2017  pada tgl 15-17 Desember 2017 di Bandung yang akan melibatkan juga atlet-atlet dari enam negara asing, termasuk tim kuat dunia seperti Jepang,” ujar Andrian.
Dia mengatakan, khusus untuk tingkat senior, Forki Jabar akan memanggil dua atlet terbaiknya dari hasil sirkuit dan kejuaraan resmi nasional sebagai ajang persiapan jangka panjang. Para atlet ini akan diberikan kesempatan untuk bertanding menghadapi atlet-atlet juara dunia dari Jepang, Iran, Vietnam, Australia dan Tiongkok.
“Kesempatan ini sekaligus menjadi ajang pemanasan bagi atlet-atlet pelatnas Asian Games yang nanti juga pasti akan  menghadapi atlet negara-negara tersebut,” tuturnya.
Kesempatan berlaga pada ajang internasional juga, kata Andrian, akan diberikan kepada atlet-atlet pemula, cadet, dan junior yang punya ranking terbaik sepanjang sirkuit. Forki akan menurunkan satu atlet per kelas sekaligus sebagai sarana uji coba untuk dapat mengasah dan meningkatkan kemampuan bertanding pada level lebih tinggi dengan menghadapi lawan-lawan dari negara yang memang memiliki atlet-atlet juara dunia.
“Kami atas nama Pengprov Forki Jabar mengucapkan terima kasih atas pertisipasi aktif seluruh insan karate di Jawa Barat atas terselenggaranya Jabar Karate Sirkuit 2017, termasuk Pengurus Forki Kabupaten/Kota yang telah berhasil menjadi panitia pelaksana. Di Indonesia, hanya Jabar yang sudah melaksanakan model sirkuit ini. Sistem ini juga rencananya akan diadopsi dan dilaksanakan oleh PB Forki pada tingkat nasional mulai 2018,” ujar Andrian. (B4)