Cabang Olahraga Sofbol Tidak Menggelar Babak Kualifikasi

BANDUNG,- Resmi menjadi peserta Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII/2018, cabang olah raga sofbol tidak akan menggelar babak kualifikasi. Sebagai gantinya, akan digelar kejuaraan sebagai ajang pemanasan sebelum putaran final sofbol digelar di Kabupaten Bogor Oktober mendatang.

 

“Setelah melalui perjuangan cukup panjang, akhirnya Sofbol sudah resmi akan digelar di Porda. Namun, dipastikan juga bahwa tidak akan ada babak kualifikasi untuk sofbol ini,” ujar Ketua Umum Pengurus Provinsi Perserikatan Baseball dan Softball Amatir Seluruh Indonesia (Perbasasi) Jawa Barat Fachrudin di Lapangan Sofbol Lodaya, Kota Bandung.

 

Dia mengatakan, kendati tidak akan menggelar babak kualifikasi, Perbasasi Jabar tetap akan mengupayakan untuk menyelenggarakan kejuaraan kompetitif bagi para peserta Porda sebelum putaran final Porda digelar. Kejuaraan yang berpotensi dijadikan ajang Praporda itu, kata Fachrudin adalah Piala Bupati Bogor dan Piala Rektor IPB.

 

“Itu bisa jadi turnamen pengganti babak kualifikasi. Soal sistem atau mekanismenya bagaimana nanti bisa diatur, yang terpenting bisa mengakomodasi pengcab-pengcab yang membutuhkan turnamen semacam babak kualifikasi sebagai syarat pengajuan pembiayaan pemberangkatan atlet ke putaran final Porda,” ujar Fachrudin.

 

Perbasasi Jabar beranggotakan 10 pengcab. Dari rapat yang dihadiri enam pengcab tersebut diketahui, sedikitnya enam tim putra dan lima tim putri menyatakan kesediaan untuk mengikuti Porda. Keenam Pengcab itu adalah Perbasasi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Cirebon, dan Kota Tasikmalaya. Pengcab Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Cirebon tidka hadir dalam rapat tersebut. Namun demikian, Fachrudin menilai jumlah enam tim puitra dan lima tim putri tersebut sudah memenuhi syarat kuota peserta supaya cabang olah raga sofbol bisa digelar di Porda.

 

“Syarat minimal adalah diikuti oleh empat daerah. Sementara untuk kuota maksimal, mungkin bisa saja 8 daerah ikut pada BK sofbol ini,” ujar Fachrudin.

 

Putaran final sofbol pada Porda akan digelar dengan kemungkinan tiga venue, yakni di Dramaga IPB, di Pakansari, dan di Sentul jika diperlukan. Adapun nomor yang dipertandingkan adalah nomot putra dan putri.Fachrudin mengatakan, sofbol akan digelar pada Porda dengan pemberlakuan pembatasan usia. Atlet yang diperbolehkan berlaga pada cabor sofbol Porda adalah yang berusia maksimal 21 tahun atau kelahiran tahun 1997 ditambah tiga atlet berusia maksimal 25 tahun atau kelahiran 1993.

 

“Pembatasan usia ini dilakukan sejalan dengan kepentingan PON karena di PON itu nanti ada pembatasan usia atlet U-23. Sementara penambahan kuota tiga atlet U-25 dilakukan supaya Porda lebih kompetitif sekaligus mengakomodasi kepentingan atlet potensial untuk timnas,” ujar Fachrudin.(B10)