Cadet dan Junior Jabar Juara Umum Kejurnas Judo

BANDUNG,- Kontingen judo Jawa Barat sukses meraih gelar juara umum kategori cadet dan junior Kejuaraan Nasional  (Kejurnas) Judo Kartika Cup XI Tahun 2018 yang rampung digelar di GOR Dempo Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (6/5/2018). Bersaing ketat dengan kontingen DKI Jakarta, para atlet Jabar mampu merebut 8 emas, 3 perak, dan 3 perunggu kategori cadet dan junior.
Perolehan medali Jabar terpaut tipis dari DKI yang mengumpulkan  7 medali emas, 4 perak dan 3 perunggu.
Delapan medali emas Jabar diraih oleh Tedi Hartono pada kelas -60 kg junior putra, Hari Lubis pada kelas -66 kg junior putra, Andi Sonyata pada kelas -50 kg cadet putra, Putra Suta (-55 kg cadet putra), Aksal Muhamad (-60 kg cadet putra), Muhammad Fachry (-81 kg putra), Meylani Tripuji (-48 kg junior putri), dan Tati Puji (-70 kg junior putri).
Sekretaris Umum Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Jawa Barat Arnold Silalahi mengakui,  pencapaian yang diraih oleh tim Jabar pada kejurnas tersebut di luar prediksi. Menurut Arnold, tim Jabar datang dengan berbagai keterbatasan seperti dana sampai banyaknya atlet potensial yang tidak ikut karena sedang berlatih di Korea Selatan dalam program KONI Jabar  sejumlah atlet senior andalan yang masuk pelatnas Asian Games.
“Kami sebenarnya datang tanpa target tinggi. Kami hanya ingin agar para atlet cadet dan junior mendapatkan pengalaman, sementara atlet senior mendapatkan poin. Tapi hasilnya justru di luar dugaan, kami dapat juara umum kategori junior dan cadet,” ujar Arnold melalui telefon, Senin (7/5/2018).
Dia mengatakan, pencapaian juar aumum cadet dan junior ini menandakan Jabar memiliki prospek berupa atlet-atlet potensial untuk ajang-ajang lebih besar ke depannya. Namun Arnold mengakui, para atlet junior dan cadet yang seakrang ada belum tentu akan bisa diproyeksikan untuk bersaing pada PON XX/2020 di Papua.
“Untuk gambaran di PON masih jauh karena masih ada waktu dua tahun untuk mengumpulkan poin bagis atlet senior masih eks pon kemarin. Junior juga belum bisa terlalu diharapkan di PON, kecuali ada pembinaan yang sangat khusus selama dua tahun ke depan untuk mereka,” ujar Arnold.
Meraih hasil positif pada kategori cadet dan junior, Jabar justru tak bisa berbuat banyak pada kelas senior. Juara umum  kelas senior diraih oleh Pelatnas PB PJSI dengan torehan 12 emas, 7 perak dan 9 perunggu. Menurut Arnold, pencapaian atlet Jabar pada kategori senior ini jauh dari harapan.
“Awalnya kami harap bisa dapat tiga emas. Tapi tiga atlet yang diharapkan justru kalah, ada yang pada babak final, ada yang kalah di semifinal, bahkan ada yang sudah tersingkir di babak pertama,” ujar Arnold.
Dia menilai, kegagalan Jabar meraih emas pada kelas senior juga tidak lepas dari absennya sejumlah pemain andalan. Menurut Arnold, ada lima atlet Jabar yang harus absen lantaran bergabung dengan tim pelatnas, lima atlet potensial ikut dalam program latihan di Korea Selatan, dan sejumlah atlet senior lain juga absen karena mengikuti kegiatan lain.
“Kalau saja atlet-atlet senior kami full team, ceitanya akan lain. Dari lima atlet Jabar di pelatnas yang tergabung pada tim pelatnas PB PJSI, tiga di antarnya dapat emas pada kejuaraan ini. Kalau mereka ikut kami (kontingen Jabar), sudah pasti emas untuk Jabar” kata Arnold.
Kejurnas Kartika Cup adalah ajang bergengsi judo yang digelar tahunan. Selai kelas cadet, junior dan senior, pada kejuaraan itu dipertandingkan juga kelas khusus TNI-AD,. Pada kategori ini, Kodam XIV Hasanudin berhasil keluar sebagai juara dengan perolehan 3 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu. (B2)