Dana Hibah Pembinaan Keolahragaan KONI Jabar Akan Segera Dicairkan

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat, Engkus Sutisna menegaskan jika dana hibah pembinaan olahraga untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar dalam rangka persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 akan segera dicairkan.

Engkus menjelaskan, jika pihaknya akan segera menggelontorkan dana hibah pembinaan olahraga tersebut sesuai Pergub No. 34 tahun 2016 dan juga Pergub No. 4 tahun 2017. Ia juga menegaskan jika tidak ada maksud dari Dispora Jabar untuk menunda-nunda pencairan tersebut.

“Salah satu tugas dan fungsi Dispora adalah untuk memfasilitasi KONI dalam hal ini proses pencairan dana hibah yang akan digunakan untuk persiapan PON. Ada prosesnya. Kita lakukan verifikasi mengenai persyaratan sesuai Pergub No. 34 tahun 2016 dan juga Pergub No. 4 tahun 2017. Disitu sudah dijelaskan persyaratan secara adminisratif. Termasuk melihat dari pada usulannya apakah masuk akal atau tidak, sesuai atau tidak. Masalahnya bukan dari Dispora. Sedikitpun kami tidak punya niatan untuk menunda,”ungkapnya di SPOrT Jabar Arcamanik, Rabu (22/05/2019).

Menurutnya, lambatnya penyaluran dana hibah kepada KONI Jabar karena sebelumnya masih ada perdebatan mengenai legalitas kepengurusanya. Oleh karena itu pihaknya melakukan kehati-hatian supaya tidak menyalahi aturan yang ada.

“Kemarin masih ada perdebatan menenai legalitas kepengurusan. Jadi kami melakukan kehati-hatian, kita kumpulkan informasi, melakukan komunikasi melalui biro hukum. Insya Allah akan segera dicairkan,” kata Engkus.

Ia pun berharap semua pihak berkolaborasi dalam rangka mencapai tujuan juara lahir bathin di keolahragaan Jabar. Ia juga mengatakan, jika fokus dana hibh yang akan segera dicairkan tersebut antara lain untuk BK sebagai syarat mendapatkan tiket menuju PON dan juga Pelatda.

“Kalau ntuk pemberangkatan PON masuk pada tahun anggaran 2020. Sekarang dalam rangka persiapan. Antara lain cabor harus BK, karena kalau tidak ikut kan otomatis tidak bisa main di PON. Kemudian proses pemusatan latihan atau Pelatda. Mudah-mudahan seceapataya bisa cair,”pungkasnya.