Dua Peminat Ambil Formulir Pendaftaran Calon Ketua Umum Koni Jabar

BANDUNG,- Bursa kandidat ketua umum KONI Jawa Barat periode 2018-2022 mulai menggeliat seiring dibukanya pendaftaran calon ketua umum. Dua orang ketua pengurus provinsi cabang olah raga mengambil formulir pendaftaran calon ketua KONI Jabar di Sekretariat Tim Penyaringan dan Penjaringan Calon Ketua Umum KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jumat (7/9/2018).
Salah seorang peminat posisi Ketua Umum KONI Jabar yang mengambil formulir pendaftaran calon ketua itu adalah Ketua Pengprov Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Aida Gurning.
“Hari ini saya mengambil formulir untuk mencalonkan diri menjadi Ketua KONI Jabar. Saya sudah menjadi pengurus cabor 10 tahun, mudah-mudahan cabor-cabor lain mendukung,” ujar Aida seusai mengambil formulir pendaftaran calon ketua KONI Jabar.
Dia mengatakan, niat mencalonkan diri didasari keinginan untuk memajukan atlet-atlet Jawa Barat. Apalagi, Jabar akan menghadapi rangkaian agenda olah raga besar, yakni Porda, SEA Games, sampai PON 2020.
Dia sadar, syarat untuk tersaring menjadi kandidat ketua KONI Jabar cukup berat lantaran harus mengantongi minimal 30 suara dari total 90 pemilik suara anggota KONI Jabar.
“Tapi kan namanya juga berjuang, ambil dulu saja formulirnya dan dilengkapi persyaratannya. Kita lihat ke depan bagaimana,” ujar Aida.
Sementara itu, Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia Jawa Barat Syaiful Bima yang juga mengambil formulir mengatakan, pihaknya sudah memiliki calon untuk diusung untuk menjadi Ketua KONI Jabar.
“Saya ambil formulir bukan untuk mencalonkan diri. Kami sudah punya bakal calon untuk didukung,” tuturnya.
Dia mengisyaratkan untuk mendukung pencalonan petahana Ketua KONI Jabar. Menurut Syaiful, pencapaian prestasi olah Jawa Barat saat ini sudah menunjukkan pembinaan olah raga yang maksimal.
“Intinya apa yang sudah baik, dipertahankan, didorong lagi. Jabar sudah juara umum POIN, pembinaan sudah maksimal. Pencapaian yang sudah didapat tinggal dilanjutkan,” kata Syaiful.
Dia yakin, tim penjaringan akan bekerja profesional dan independen.
“Siapapun yang maju, kami harap fair dan sportif. Tidak usah manuver-manuver yang tak perlu, apalagi di bawa ke ranah politik,” kata Syaiful.
Sementara itu, Sekretaris Tim Penyaringan dan Penjaringan Calon Ketua Umum KONI Jabar Andrian Tejakusuma mengatakan, tim masih bekerja secara administratif. Menurut dia, nantinya kelengkapan persyaratan pendaftaran akan diperiksa pada periode penjaringan yang dimulai 12 September 2018.
“Batas pengembalian formulir dan kelengkapan persyaratan adalah sampai 11 September pulul 16.00 WIB. Setelah itu, baru kami seleksi,” ujar Andrian.
Menurut dia, sejauh ini baru Aida dan Syaiful yang mengambil formulir pendaftaran calon ketua KONI Jabar.
“Mereka yang pertama, dari dansa dan arung jeram. Kami tidak bisa memprediksi siapa saja calon. Mudah-mudahan masih ada yang berminat sampai batas akhir pendaftaran dan pengembalian formulir nanti,” ujar Andrian. (B2)