Faji Jabar Sudah Siapkan Opsi Sungai Jika Musim Kemarau Terus Berlanjut

BANDUNG,- Musim kemarau yang melanda wilayah Jawa Barat diprediksi akan terus terjadi hingga bulan Oktober 2018 mendatang dimana pada bulan tersebut telah bertepatan dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat tahun 2018 di Kabupaten Bogor.

Bagi cabang olahraga (cabor) yang menggantungkan diri pada kondisi alam, tentu akan sangat berpengaruh terhadap jalannya pertandingan, misalnya saja cabor arung jeram.

Memerlukan debit air yang cukup tinggi, cabor arung jeram sangat berharap hujan bisa segera datang agar debit sungai bisa memenuhi syarat untuk digelarnya sebuah pertandingan.

Menanggapi kondisi ini, Ketua Umum Federasi Arung jeram Indonesia (FAJI) Jawa barat mengatakan jika tempat bertandingnya cabor arung jeram kemungkinan akan dipindahkan, apa lagi jika musim kemarau terus berlanjut hingga Porda XIII dilaksanakan

Menurut Bima saat ini debit sungai yang akan menjadi lokasi pertandingan arung jeram tepatnya di Sungai Cianten, Desa Muara Jaya, Ciampea, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor diakui masih sangat minim.

“Ya memang betul, BMKG telah memprediksi musim kemarau akan terjadi sampai bulan Oktober. Dan debit air Sungai Cianten saat ini memang mengalami penyurutan, tapi kita sudah mempersiapkan plan ‘B’, jadi kalau debit air tidak naik, itu ada ‘dua’ kemungkinan. Antara pindah ke lokasi lain tetapi masih diwilayah Bogor atau pindah ke daerah lain,” kata Bima saat  di Hotel Grand Aquila, Jalan Doktor Djunjunan, Pasteur Kota Bandung, Kamis (13/9/2018)

Selain Sungai Cianten, pihaknya mengaku akan menggunakan Sungai Cisadane yang berlokasi di tidak jauh dari Sungai Cianten, atau di Ciwulan, Kota Tasikmalaya. “Untuk opsi lain mungkin kita akan menggunakan Sungai Cisadane itu pun kalau Sungai Cianten masih belum mengalami perubahan yang signifikan, kalau Cisadane dan Cianten masih tidak bisa kita akan menggunakan satu sungai lagi dimana sungai tersebut merupakan hasil pertemuan dari kedua sungai tersebut. Untuk satu lagi mungkin di Ciwulan Kota Tasikmalaya,” jelasnya

Telah meninjau seluruh Sungai, Bima memastikan pelaksanaan pertandingan arung jeram pada Porda XIII akan tetap berjalan sesuai jadwal, bahkan ia telah memastikan keamanan dari seluruh sungai yang nantinya akan digunakan sebagai lokasi venue pertandingan.

“Sungai pertemuan antara Cisadane dan Cianten itu arusnya besar, tapi kita telah memaatikan semua keamanannya. Mungkin ada perubahan jarak nanti jika kita menggunakan sungai tersebut, kalau track jarak jauh yang menggunakan jarak sekitar ‘sepuluh’ kilo meter mungkin akan kita potong menjadi delapan kilo meter, khususnya untuk nomor down river race, solusinya begitu,” jelasnya.

Kendati sudah memiliki opsi, pihaknya mengaku sejauh ini masih menetapkan sungai Cianten sebagai venue bertandingnua cabor arung jeram. Menurutnya ia bersama seluruh jajaran pengurus serta panitia akan terus memantau perkembangan debit sungai Cianten hingga satu minggu sebelum pelaksanaan.

“Mungkin kita akan memaksimalkan operator-operator yang ada disana, kurang lebih ada tiga operator. Kita akan koordinasi dengan mereka, harapan kita mudah-mudahan musim hujan bisa segera datang, dan memberi perubahan terhadap debit sungai,” pungkasnya. (B3)