FHSI Jabar Cari Bibit Atlet Potensial dari Festival Hockey Jabar Kahiji

CIMAHI,- Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Hoki Seluruh Indonesia (FHSI) Jawa Barat menggelar kompetisi bertajuk ‘Festival Hockey Jabar Kahiji’ di lapangan Pusdik Armed, Jalan Raya Baros, Cimahi, Minggu (13/5/2018),  sebagai realiasasi program kerja yang telah disusun.
Ketua Umum Pengprov FHSI Jabar, Brigjend TNI Dwi Jati Utomo menuturkan, Festival Hockey Jabar Kahiji diikuti sebanyak 299 atlet yang berasal dari 13 kota/kabupaten di Jabar. Pada kompetisi yang pertama kali digelar kepengurusan FHI Jabar 2018-2022 ini, mempertandingkan tiga kelompok usia. Yakni kelompok usia (KU) 13 tahun, KU 16 tahun, dan KU 19 tahun.
“Kompetisi yang digelar sebagai perwujudan dari salah satu visi kita yakni menciptakan Jabar sebagai sentra pembinaan hoki di Indonesia. Jadi Festival Hockey Jabar Kahiji ini merupakan ajang pembibitan serta pembinaan atlet hoki sekaligus ajang evaluasi pembinaan yang dilakukan kota dan kabupaten,” ujar Dwi saat ditemui di sela-sela kejuaraan hoki ‘Festival Hockey Jabar Kahiji’ di lapang Pusdik Armed, Jalan Raya Baros, Cimahi, Minggu (13/5/2018).
Sebanyak 299 atlet hoki yang ikut serta, lanjutnya, terbagi dalam 23 tim di tiga kelompok usia yang dipertandingkan. Untuk kelompok putri sebanyak enam tim, kelompok putra sebanyak 12 tim, dan kelompok campuran di KU 13 tahun sebanyak lima tim.
“Dari 16 pengcab FHSI kota dan kabupaten di Jabar, hanya tiga daerah yang tidak mengirim wakilnya yakni Kabupaten Majalengka, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bandung Barat. Bagi kami, kehadiran 13 pengcab FHSI kota dan kabupaten di Jabar ini sudah sangat baik karena dari sisi sosialisasi kejuaraan pun kami rasa tidak terlalu maksimal; dan disiapkan hanya dalam dua pekan usai pelantikan,” terangnya.
Ke depan, pihaknya akan menggelar kompetisi bagi atlet sejak dari usia dini. Festival sendiri, rencananya akan digelar secara rutin dalam tiga atau empat bulan satu kali sehingga proses pembibitan dan pembinaan atlet hoki di kota dan kabupaten berjalan semakin baik.
“Selain itu, kita pun akan mulai mensosialisasikan olahraga hoki ini ke sekolah-sekolah, terutama sekolah dasar, karena banyak pelatih kita yang juga guru di sekolah-sekolah. Dengan demikian, olahraga hoki pun bisa jadi primadona dan diminati masyarakat. Dan melihat antusiasme atlet pada kegiatan kali ini, kami cukup yakin jika hoki bisa jadi olahraga idola,” tegasnya.
Dari kegiatan festival ini, Dwi Jati menuturkan jika pihaknya telah memberikan tugas kepada talent scouting (pemandu bakat) untuk mencari bibit atlet hoki potensial. Dengan demikian, pihaknya bisa memiliki data base atlet hoki di Jabar mulai dari kelompok usia terbawah.
“Festival ini akan kita gelar secara bergilir di daerah-daerah sehingga kita punya sentra pembinaan olahraga hoki di setiap wilayah di Jabar yang kita bagi di zona timur, tengah dan barat. Semoga dari kegiatan ini kita bisa mendapatkan atlet-atlet hoki potensial untuk persiapan kita menuju gelaran PON, yang terdekat yakni PON XX di Papua pada tahun 2020 mendatang,” pungkasnya. (B1)