FORKI Jabar Sumbang Atlet Terbanyak Pelatnas Karate Asian Games XVIII 2018

BANDUNG,- Jawa Barat menjadi atlet penyumbang atlet terbanyak cabang olah raga karate untuk pemusatan latihan nasional Pelatnas Asian Games XVIII 2018. Sebanyak 9 atlet andalan dari Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Jawa Barat dipanggil untuk mengikuti Pelatnas Asian Games yang digelar PB FORKI di Hotel Arra Lembah Pinus, Ciloto, Puncak, Jawa Barat mulai Senin (5/2/2018).
“Ini (9 atlet) memang jumlah terbanyak dibandingkan sebelumnya yang bisanya 4 sampai 5 atlet. Jabar menjadi penyumbang atlet terbanyak bersama Sumatera Utara untuk Pelatnas karate ini,” kata Ketua Umum FORKI Jabar Gianto Hartono saat ditemui di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Kamis (1/2/2018).
Menurut Gianto atau yang kerap disapa Ogi, pelatnas kali ini masih merupakan tahapan seleksi menuju tim inti Asian Games. Dari total 28 atlet asal 12 provinsi, nantinya akan ada pemangkasan.
“Pelatnas ini masih berupa tim 150 persen, ada tahapan seleksi menuju tim 100 persen untuk Asian Games. Harapan kami, sembilan atlet yang membawa nama Jabar ini bisa lolos tahapan seleksi dan terus bertahan di Pelatnas hingga menjadi tim inti. Sekali melangkah ke pelatnas, tetap di pelatnas,” kata Ogi.
Dia juga berharap, kesembilan atlet yang merupakan atlet potensial peraih medali tersebut bisa mengikuti arahan pelatih nasional. Kendati para pelatih yang menangani atlet di pelatnas bukan berasal dari Jawa Barat, dia yakin mereka akan tetap bisa berkembang dan memberikan prestasi terbaik.
“Kami titipkan juga kepada para pelatih supaya mereka bisa menjadi aset terbaik Indonesia untuk event-event besar seperti Asian Games ini,” kataa Ogi.
Salah seorang atlet yang masuk dalam tim pelatnas, Sandy Firmansyah  mengaku sangat antusias untuk menjalani pemusatan latihan. Menurut dia, pelatnas ini akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengembangkan kualitas agar bisa bersaing dan meraih medali emas pada ajang Asian Games.
“Ini akan menjadi Asian Games pertama bagi saya dan sayang sangat termotivasi. Apalagi, kita tampil di rumah sendiri, harus jadi yang terbaik. Faktor tuan rumah juga yang bikin motivasi saya berlipat,” kata Sandy, atlet spesialisasi kumite kelas -75 kg.
Peraih medali perunggu SEA Games Malaysia 2017 itu mengakui, persaingan level Asia akan lebih sulit. Selain menghadapi jagoan-jagoan Asia Tenggara seperti dari Malaysia dan Vietnam, tantangan berat juga akan dihadirkan oleh para karateka andal Asia seperti Jepang dan Iran.
“Saya pernah menghadapi mereka di beberapa ajang sebelumnya dan hasilnya ada menang, kalah, maupun draw. Tapi kali ini, saya optimistis akan bisa menang dan meraih emas sesuai target. Tampil di rumah sendiri akan sangat berbeda atmosfer dan motivasinya, itu yang bikin saya optimistis,” ujarnya. (B4)