Gelar Kejuaraan Renang Untuk Pemula, PRSI Jabar Persiapkan Atlet Sejak Dini

BANDUNG,- Antisipasi pembatasan usia yang mungkin akan dikeluarkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) pada penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON), Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jabar gelar kejuaraan renang untuk pemula “West Java Swimming Competition For Kids 2017”, akhir pekan lalu. Kejuaraan yang berlangsung di kolam renang prestasi Jabar, di komplek Gor Pajajaran, Jln. Pajajaran, Bandung, Sabtu (20/5) lalu tersebut diikuti lebih dari 350 peserta dari 60 Sekolah Dasar (SD) se-Jawa Barat.

Ketua Harian PRSI Jabar, Verdia Yusuf mengatakan melalui kejuaraan renang tersebut PRSI Jabar mencoba melakukan terobosan baru dengan melakukan penjaringan bibit atlet renang untuk PON 2024 sebagai antisipasi pembatasan umur yang akan diterapkan. Dengan begitu, kata dia, nantinya Jawa Barat tidak akan kesulitan lagi mempersiapkan atletnya.
“Ada wacana jika nantinya PON ini akan dibatasi umur. Oleh sebab itulah tidak ada salahnya, Jabar mulai mempersiapkan atletnya sejak jauh hari, dengan mencari bibit-bibit atlet melalui kejuaraan ini. Dengan begitu, ketika PON 2024 nanti digelar dan peraturan itu sudah diterapkan Jabar tidak perlu repor-repot mempersiapkan atlet lagi, karena kita sudah mempersiapkannya,” sebut Yosef.
Tidak cuma itu, kata Yosef, terobosan lain yang dilakukan PRSI Jabar adalah dengan menggelar kejuaraan dengan mandiri. Dalam artian, pada kejuaraan kali ini PRSI mulai mencoba menggelar kejuaraan dengan mengandalkan dana sendiri dan dibantu dari orang tua.
“Melalui kejuaraan ini, PRSI Jabar coba bikin terobosan dengan menggelar kejuaraan  tingkat pemula yang anggarannya patungan dengan orang tua. Hasilnya cukup bagus, kejuaraan bisa berjalan,” kata Yosef yang juga Ketua II KONI Jabar ini.
Terlepas dari itu,memanfaatkan  venue eks PON XIX/2016 lalu, dimana kolam renang prestasi Jabar sudah memiliki fasilitas renang berskala internasional, PRSI pun mulai memperkenalkan kejuaran renang dengan sistem internasional kepada peserta pemula. Selain karena fasilitas eks PON berskala internasional, tapi bahasa yang digunakan selama kejuaraan pun menggunakan bahasa inggris.
“Hal ini akan menjadi pengalaman berharga buat mereka. Meskipun ada yang belum mengerti bahasa Inggris sehingga harus di bimbing, tapi semuanya berlangsung dengan lancar,” tandasnya. (B6)