Gianto : “Pengurus Olahraga Harus Paham dan Mengerti Organisasi”

BANDUNG,- Para pengurus olahraga disarankan harus mengerti dan paham terhadap aturan organisasi olahraga.
Jangan pernah mencampurkan urusan olahraga dengan hal-hal lainnya. Apalagi menghubungkan dengan politik dan sebagainya.
Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Umum KONI Jawa Barat Gianto Hartono SE, pada suatu kesempatan berbincang di ruang kerjanya.
“Sekarang kan banyak olahraga disambung-ssmbungkan dengan hal-hal lain termasuk dengan politik,” kata Gianto yang akrab disapa Mas Ogi ini.
Dikatakannya, sejak kenal olahraga termasuk saat ini meminpin cabang olahraga karate di Jawa Barat, dirinya tidak pernah mencapur-adukan antara persoalan olahraga dengan yang lain.
“Sekarang coba Anda lihat secara tersirat semua pengurus yang kurang paham bagaimana berorganisasi di olahraga kadang tanpa sengaja atau tidak terkadang terbawa arus politik atau yang lainnya. Padahal, sudah jelas kita ketahui kalau berada dalam ranah olahraga, sebagai pengurus kita hanya mengantar bagaimana cabang olahraga yang kita urus berprestasi. Bukan memikirkan yang lain,” jelas Mas Ogi.
Prinsip tidak mencampur-adukan mengurus olahraga ibilah yang selalu diterapkannya.
“Termasuk saat ini saya dipercaya menjadi Sekum KONI Jabar. Saya tidak kenal urusan lain ketika saya dipercaya sebagai Sekum. Saya hanya berfikir bagaimana menjalankan organisasi olahraga terbesar di Jawa Barat dengan baik sesuai dengan tugas pokok dan fungsi atau tupoksi saya. Tentunya sesuai arahan pimpinan,” ucap Mas Ogi.
Ditambahkan Ketua Pengprov Forki Jabar ini, saat ini banyak yang salah kaprah memandang kepada KONI Jabar apalagi saat brrlangsungnya Musyawarah Cabang Olahraga Provinsi (Musorprov).
“Seolah-olah banyak yang memandang bahwa KONI Jabar berkepentingan untuk memenangkan salah satu calon. Inilah yang salah menurut saya. Mainset ini harus dirubah,” tegas Mas Ogi.
Tugas KONI Jabar dalam pelaksanaan Musorprov tidak sejauh itu. Apalagi kata Mas Ogi, punya kepentingan dalam urusan ibternal Cabor.
Sebagai induk organisasi olahraga, KONI Jabar menurut Mas Ogi tidak bisa intervensi melakukan pemaksaan kehendak.
“Saya juga dalam Cabor karate tidak pernah merasa adanya intervensi KONI dalam mengatur rumahtangga saya. KONI hanya bersifat membantu secara finansial, membimbing dan melakukan pengawasan. Tidak lebih dari itu,” masih tegas Mas Ogi.
Olehkarena itulah dirinya berharap agar para pengurus olahraga harus paham dan mengerti organisasi olahraga.
“Kalau tidak paham, sebaiknya berkoordinasi dan mau belajar. KONI Jabar akan membuka pintu untuk berkonsultasi. Mari kita sama-sama belajar. Biar kita paham dan mengerti mengurus olahraga yang benar,” kata Mas Ogi. (B9)