Guru Besar FPOK UPI Optimistis Calon Tuan Rumah Porda 2022 Punya Potensi

BANDUNG,- Guru besar Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK), UPI, Prof. Rusli Rutan menilai jika pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat diselenggarakan di lebih dari satu kota/kabupaten  akan membangkitkan serta mendorong kualitas pembinaan olahraga di Tanah Pasundan.

Untuk merealisasikan itu, ia pun turut menyumbangkan ide dalam sistem penjaringan tuan rumah Porda XIV tahun 2022 mendatang oleh KONI Jabar yang rencananya akan diselenggarakan di tiga kota/kabupaten. Karena sampai saat ini, terdapat tiga daerah yang sudah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah Porda XIV/2022 tersebut. yaitu Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Subang dan Kota Tasikmalaya.

Jabar ini jadi kekuatan penyangga utama untuk olahraga Indonesia dikancah internasional. Kita juga punya tradisi panjang, termasuk kualitas SDM nya. Dan untuk Porda ada dua sasaran yang kita inginkan yaitu membangkitkan kualitas pembinaan kabupaten/kota sekaligus mendorong pembangunan regional melalui transformasi perkotaan yang lebih baik. Jabar berpeluang ke arah sana,” ungkapnya di KONI Jabar, Jl. Pajajaran No. 37A Bandung.

Untuk langkah pertama, kata Rusli, KONI Jabar sudah menyiapkan daftar isian atau borang yang harus diisi oleh calon tuan rumah Porda yang terdiri dari enam instrumen.

Ada enam instrumen yang saya buat sesuai undang-undang yaitu harus efisien efektif dan transparan, akuntabilitas. Pertama kapabilitas managerial kebijakan dari pemda setempat, kemudian integritas pengusulan dan kebijakan tiap darerah, kemampuan manajemen umum, pengelolaan olahraga prestasi daerah, dan terakhir persiapan yang seriusyang juga berhubungan dengan manajemen pasca Porda,”tegasnya.

“Semua harus terpenuhi, apa lagi ada beberapa hal yang jarang diperhatikan tuan rumah penyelenggara Porda seperti managemen pasca Porda, itu penting untuk mendorong centra pembinaan atlet,” katanya menambahkan.

Ia pun optimistis, jika kota/kabupaten di Jabar yang sudah mengajukan diri memiliki potensi yang daya dukung dari pemerintah daerahnya harus terus didorong. Sehingga pada tahun 2022 nanti sangat memungkinkan jika Porda digelar di lebih dari satu atau dua kota/kabupaten.

“saya kasih contoh, Asian Games di Incheon, Korea Selatan itu membangun tanah urug. Kemudian Olimpiade London itu dalam rangka membenahi London bagian timur, dan Asian Games di Doha, Qatar adalah untuk membangun perkotaan yang tadinya padang pasir. Semua tuan rumah arangnya ke arah sana. Diawali dengan event Porda kita ingin ada progres menggelinding menuju arah yang lebih baik,” terangnya.

Kalau ke depan kita mau bersaing, sejak sekarang kualitas harus diperbaikiMumpung kita punya kemampuan,” tutupnya. (B8)