Gyeongsangbuk-DO Siap Tularkan Sistem Pembinaan Olahraga Di Jabar

BANDUNG,- Kerjasama dua provinsi beda negara antara Jawa Barat, Indonesia dan Gyeongsngbuk-DO, Korea Selatan, dalam bidang olahraga dipastikan terus berlanjut. Kerjasama yang sudah dijalin sejak tahun 2010 tersebut, akan semakin erat dan dilanjutkan hingga keikutsertaan Jabar di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua.
Kepastian tersebut terungkap setelah tiga orang perwakilan dri Provinsi Gyeongsangbuk-DO, Korea Selatan mendatangi gedung KONI Jabar di Jalan Pajajaran, Kota Bandung. Tiga orang perwakilan dari Gyeongsangbuk-DO sendiri sudah berada di Kota Bandung sejak Kamis (22/3/2018) kemarin.
Salah seorang perwakilan Gyeongsangbuk-DO Sport Council, Mr Park Eui-Sik menuturkan, hubungan antara kedua provinsi bukan hanya sekadar hubungan kerjasama tapi lebih merupakan seorang saudara dan sahabat. Pihaknya pun menegaskan jika hubungan kerjasama di bidang olahraga dengan Jawa Barat dipastikan akan terus berlanjut.
“Untuk kerjasama di bidang olahraga dengan Jabar, kami masih berkomitmen untuk melanjutkannya. Tidak hanya dari sisi pengiriman pelatih asal Korea Selatan ke Jabar, tapi juga pelaksanaan try out atlet Jabar ke tempat kami,” ujar Mr Park saat ditemui di gedung KONI Jabar di Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Jumat (23/2/2018).
Selain itu, pihaknya pun berharap bisa membangun sistem pembinaan olahraga di Jabar seperti layaknya di Korea Selatan. Mr Park sendiri menuturkan jika di negeri ginseng, sistem pembinaan olahraga sudah dilakukan secara berjenjang mulai dari sekolah tingkat dasar hingga tingkat universitas.
“Jadi di negeri kami, olahraga itu sudah dilakukan sejak usia sekolah dasar dan berjenjang terus sampai perguruan tinggi. Dan atlet itu disana bukan sekadar mengisi hobi atau sambilan, tapi merupakan sebuah profesi. Kami ingin bangun sistem yang sama di Indonesia, khususnya di Jabar,” terangnya.
Dengan sistem pembinaan olahraga tersebut, lanjut Mr Park, berbagai prestasi olahraga di level internasional pun berhasil diraih Korea Selatan. Beberpa atlet asal negeri ginseng itu pun telah berhasil menjadi juara di beberapa cabang olahraga di level dunia. Bahkan pada multieven tertinggi tingkat dunia, Olimpiade, Korea Selatan berhasil masuk dalam jajaran 10 besar dunia.
“Jadi kita pun ingin atlet Jabar ini bisa berprestasi di Asian Games hingga Olimpiade, tidak hanya di level nasional atau Asia Tenggara saja. Namun semua itu tidak bisa terwujud kalau dukungan fasilitas dan dana dari pemerintah untuk olahraga tidak bisa lebih baik lagi,” tegasnya.
Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin mengatakan, kerjasama di bidang olahraga antara Gyeongsangbuk-DO dan Jabar sudah terbukti berhasil. Tidak hanya berhasil membawa Jabar sebagai juara umum PON XIX/2016, namun penerapan pembinaan melalui pelatihan yang diberikan oleh para pelatih asal Korea Selatan.
“Kita sudah mencoba menerapkan apa yang diwariskan oleh para pelatih Korea Selatan. Kedepan, tahapan ini akan terus dilanjutkan dan perlu dukungan dari sisi sport science maupun dukungan fasilitas dan anggaran,” ujar Ahmad.
Ahmad menambahkan, Indonesia dengan Korea Selatan sendiri memiliki banyak kesamaan. Baik dari sisi postur tubuh yang tidak jauh berbeda maupun dari peringatan tanggal kemerdekaan yang hanya berbeda dua hari.
“Hanya saja, Korea Selatan jauh lebih maju dari Indonesia, termasuk di bidang olahraga. Kontinuitas pembinaan mereka berjalan dengan baik ditambah dengan dukungan pemerintah dan swasta yang sangat baik pula. Dengan kerjasama ini, bagaimana kita lakukan harmonisasi antara apa yang sudah ada dan dilakukan di Gyeongsangbuk-DO dengan apa yang sudah ada di Jabar dengan segala permasalahannya. Yakin kita bisa, karena sebenarnya kita pun mampu,” tegasnya. (B3)