Ikasi Jabar Akan Gelar Sirkuit I Anggar Tahun 2018

BANDUNG,- Keberhasilan meraih lima medali emas sekaligus menjadi juara umum pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 cabang olahraga Anggar, berupaya dipertahankan Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Jabar ‎di PON XX tahun 2020 di Papua. Salah satunya dengan memperbanyak kompetisi untuk melahirkan atlet anggar potensial dan dalam waktu dekat akan menggelar Sirkuit I Anggar tahun 2018.
‎Pada gelaran PON XIX tahun 2016, tim Anggar Jabar berhasil merebut lima medali emas dan menjadi juara umum. Lima medali emas tersebut, disumbangkan dari nomor floret beregu putra, sabel perorangan putra, degen beregu putri, sabel perorangan putri, dan sabel beregu putri.
Wakil Ketua II Pengprov Ikasi Jabar, ‎Iwan Kartiwan menuturkan, gelaran turnamen dalam bentuk sirkuit ini merupakan gelaran di tahun kedua setelah sebelumnya digelar pada tahun 2017. Sirkuit Anggar sendiri bertujuan untuk menggali atlet-atlet anggar potensial dari seluruh kota/kabupaten di Jabar.
“Untuk Sirkuit I Anggar tahun 2018 ini, rencananya akan kita gelar di GOR Tri Lomba Juang mulai tanggal 5 sampai 8 Agustus. Kita akan pertandingkan untuk semua jenis senjata mulai dari kelompok usia kadet, pemula, U-17, U-20 sampai usia senior,” ujar Iwan saat ditemui di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Jumat (27/7/2018).
Iwan menambahkan, pada tahun 2018,pihak Pengprov Ikasi Jabar berencana untuk menggelar sirkuit ini minimal sebanyak dua kali. Dengan demikian, dalam satu tahun, minimal ada empat gelaran kompetisi di cabang olahraga Anggar.
‎”Sirkuit Anggar beserta kejuaraan daerah tersebut, akan menjadi ajang seleksi atlet untuk mempersiapkan kontingen di ajang lebih tinggi seperti kejurnas. Dari kompetisi tersebut, kita akan lakukan perankingan atlet di setiap kelompok usia sehingga saat ada kejurnas pun atlet kita sudah siap,” terangnya.
Iwan menuturkan, ‎pihaknya akan menjadikan sirkuit dan gelaran kejurda menjadi agenda rutin dalam setiap tahun. Dengan semakin banyaknya kompetisi yang diiikuti atlet, secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas maupun pengalaman bertanding atlet.
“Pengalaman bertanding itu sangat dibutuhkan atlet sebagai evaluasi dari hasil latihan yang mereka lakukan dan kita dari pengprov mencoba fasilitasi itu. Dengan semakin banyak kesempatan bertanding, setidaknya kualitas atlet pun akan ikut meningkat. Itu pulalah yang dialami atlet Anggar kita saat dipersiapkan untuk PON XIX dengan menjalani latihan serta uji tanding di Korea Selatan sehingga bisa meraih juara umum,” pungkasnya. (B1)