Indonesia Gagal di SEA Games 2017, Ini Saran Dari Juara Umum PON XIX/2016

BANDUNG,- Kegagalan Indonesia pada SEA Games XXIX di Kualalumpur, Malaysia, yang berakhir beberapa waktu lalu, mendapat sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya dari peraih juara umum PON XIX/2016, Jawa Barat.
Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin menuturkan, kegagalan Indonesia mencapai target raihan medali emas di SEA Games 2017 menjadi tanggung jawab semua pihak. Tidak hanya pemerintah pusat melalui Kemenpora, Satlak Prima, KONI maupun KOI, namun harus menjadi perhatian semua stakeholder olahraga nasional.

“‎Kita jangan saling salahkan dengan kegagalan di SEA Games 2017. Bagaimana kita semua bersama-sama mencari ‎solusi, aspek mana yang salah dan harus diperbaiki tapi didukung dengan data dan fakta‎ yang ada. Semua pihak harus benahi terkait pembinaan olahraga prestasi ini, bukan Kemenpora‎,” ujar Ahmad saat ditemui di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Selasa (5/9/2017).

‎Upaya yang harus dilakukan diantaranya mengintegrasikan setiap peran dari pemangku kebijakan, mulai dari KONI, KOI, Satlak Prima, hingga pemerintah melalui Kemenpora. Setiap pihak tersebut, harus dipetakan tugas dan pokok dari masing-masing.

“Dari sisi program pembinaan olahraga prestasi nasional pun harus ada evaluasi, karena kalau program benar pasti akan terbukti dengan hasil yang baik. Yang kita khawatirkan, kalau program yang disiapkan belum terlalu baik dan tidak didasari dengan fakta dan data sehingga kekuatan semua pesaing ‎belum terpetakan secara detail‎,” tuturnya.

‎Untuk itu, lanjut Ahmad, perlu pembenahan dalam rancang bangun pembinaan olahraga prestasi. Mulai dari tingkat nasional hingga ke daerah-daerah sehingga terintegrasikan dengan baik.

Bagaimana strategi pembinaan olahraga prestasi di tingkat nasional bisa diimplementasikan di daerah-daerah sehingga ‎siklus pembinaan atlet pun jelas terpetakan. Termasuk pembagian peran antara pusat dan daerah dalam rancang bangun pembinaan olahraga prestasi tersebut.

“Salah satu konsep yang kita tawarkan yakni bagaimana proses pembinaan olahraga prestasi ini dibagi merata di setiap daerah. Jadi di masing-masing daerah diberikan peran sesuai cabang olahraga unggulan mereka dengan melihat pada potensi sumber daya manusia, sarana prasarana, pelatih, hingga atlet. Karena bagaimana pun, peran daerah itu tidak bisa dipisahkan dari siklus pembinaan secara nasional. Daerah merupakan pemilik dari atlet dan dipastikan yang paling mengetahui faktor psikologis dari seorang atlet yang bisa berpengaruh saat meraka tampil di sebuah even,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Indonesia gagal mencapai target medali emas yang sudah dicanangkan untuk SEA Games 2017. Pada perhelatan multieven olahraga se-Asia Tenggara edisi ke-29 yang digelar di Malaysia, Indonesia hanya meraih 38 medali emas dari target semula 55 medali emas dan finish di posisi lima. (B3)