Jabar Bertekad Pertahankan Gelar Juara Umum Kejurnas Floorball 2017

BANDUNG,- Tim floorball Jawa Barat bertekad mempertahankan gelar juara umum pada Kejuaraan Nasional Floorball tahun 2017 yang akan digelar di GOR Koja, Jakarta Utara, Minggu-Rabu (17-20/12/2017) mendatang. Pada gelaran kejurnas sebelumnya, Jabar berhasil mengawinkan medali emas di kelompok putra dan putri serta meraih beberapa penghargaan individu.
Sekretaris Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Asosiasi Floorball Indonesia (AFI) Jabar, M Saleh Paembonan menuturkan, pada kejurnas tahun 2016 lalu, Jabar berhasil meraih medali emas di kelompok putra dan putri. Di kelompok putra, tim floorball Jabar berhasil mengalahkan DKI Jakarta dengan skor 2-1 di babak final. Sedangkan di kelompok putri, Jabar berhasil memastikan medali emas setelah menang 2-1 melalui drama adu penalti melawan Jawa Timur.
“Untuk kejurnas tahun 2017 ini, kita bertekad mempertahankan gelar juara yang sudah kita raih di tahun 2016 meski dari sisi komposisi pemain ada perubahan sekitar 20 persen. Tapi kita masih cukup yakin karena sebagian atlet inti masih bermain,” ujar Saleh saat ditemui di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Minggu (9/12/2017).
Atlet yang akan memperkuat tim floorball Jabar di ajang kejurnas, lanjut Saleh, merupakan hasil seleksi dari beberapa kota dan kabupaten di Jabar. Seleksi sendiri dilaksanakan pada medio November 2017 silam.
“Atlet yang terpilih berasal dari enam kota dan kabupaten yang sudah memiliki kepengurusan AFI yakni Kota Cimahi, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Bandung, Kota Bogor, dan Kabupaten Bandung Barat. Selain itu, ada juga beberapa atlet yang berasal dari daerah yang belum memiliki kepengurusan AFI seperti dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut dan Kabupaten Sukabumi,” tambahnya.
Saleh menuturkan, gelaran kejurnas kali ini pun menjadi salah satu ajang seleksi bagi atlet untuk pembentukan tim nasional yang dipersiapkan untuk menghadapi Kejuaraan Floorball tingkat Asia Tenggara atau SEA Cup III pada Juni 2018 mendatang. Pada gelaran SEA Cup sebelumnya di tahun 2016, Jabar menempatkan dua atlet putri, satu atlet putra dan satu pelatih dalam komposisi tim nasional floorball Indonesia.
SEA Cup III ini menjadi ajang pemanasan menjelang pertandingan floorball SEA Games 2019 di Manila, Philipina. Cabang olahraga floorball sendiri pertama kali dipertandingkan di SEA Games pada tahun 2013 di Myanmar dan timnas Indonesia meraih medali perunggu dari kelompok putri.
“Kita cukup yakin jika atlet kita bisa lolos ke timnas karena pada bulan September 2017 lalu pada kejuaraan Asia di Thailand, kita menyumbang lima atlet putra. Saat itu, Indonesia finish di peringkat empat,” terangnya.
Pada kejurnas floorball tahun 2017, sebanyak 15 provinsi dipastikan mengikuti pelaksanaan kejuaraan. Dari 15 provinsi tersebut, Saleh mengaku jika beberapa daerah menjadi pesaing terkuat dan berpotensi mengagalkan target yang sudah diincar Jabar.
“Pesaing kita sebenarnya tidak jauh dari pelaksanaan kejurnas tahun lalu. Seperti tuan rumah DKI Jakarta, Banten, dan Jatim. Semoga saja kita bisa melewati hadangan mereka dan kembali merih juara di kelompok putri maupun putra,” tegasnya.
Cabang olahraga floorball sendiri mirip dengan cabang olahraga hoki indoor atau hoki es. Namun bola yang digunakan berbahan dari karet yang berlubang dan ringan. Selain itu, stik pemukul pun jauh lebih ringan dibanding stik pemukul pada olahraga hoki indoor.
Cabang olahraga floorball, mulai masuk dan dikenalkan di Indonesia pada tahun 2009 silam. Satu tahun kemudian, mulai banyak kejuaraan-kejuaraan floorball di tanah air. Baik dari level antar klub, antar perguruan tinggi, hingga pada level nasional.
Dalam satu pertandingan, cabang olahraga floorball dimainkan oleh enam orang atlet yakni lima pemain di lapangan dan satu orang kiper. Pertandingan cabang olahraga floorball sendiri, dimainkan dalam tiga babak yang masing-masing babak berdurasi selama 20 menit. (B3)