Jabar Diprediksi Kehilangan 58 Medali Emas di PON XX Tahun 2020

BANDUNG,- Jawa Barat diprediksi akan kehilangan sebanyak 58 medali emas pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua. Hal ini seiring dengan pengurangan beberapa nomor pertandingan di cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada PON XX/2020.
Wakil Ketua II Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jabar, Verdia Yosef menuturkan, pihaknya telah melakukan analisa terkait cabang olahraga dan nomor yang akan dipertandingkan di PON XX tahun 2020 di Papua. Berdasarkan analisa pihaknya, sebanyak 51 cabang olahraga kemungkinan besar akan dipertandingkan. Terdiri dari 30 cabang olahraga olimpik dan 21 cabang olahraga non olimpik.
“Dari 51 cabang olahraga tersebut, ada sekitar enam cabang olahraga yang dipertandingkan di PON XIX tahun 2016 tapi tidak dipertandingkan di PON XX tahun 2020 nanti di Papua. Ini membuat peluang kita meraih medali emas di enam cabang olahraga tersebut pun hilang,” ujar Yosef saat ditemui di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Kamis (1/2/2018).
Dari sisi nomor pertandingan, lanjutnya, ada pengurangan jumlah nomor yang dipertandingkan di PON XX tahun 2020 mendatang dibanding gelaran PON XIX tahun 2016 lalu. Selain itu, pada gelaran PON XX tahun 2020 mendatang di Papua, dari total nomor yang dipertandingkan di 51 cabang olahraga diprediksi ada penambahan nomor di beberapa cabang olahraga.
“Di PON XX tahun 2020 mendatang di Papua, mempertandingkan sebanyak 674 nomor pertandingan. Sementara pada saat PON XIX tahun 2016 di Jawa Barat dipertandingkan sebanyak 755 nomor pertandingan. Jadi ada sekitar 81 pengurangan nomor pertandingan,” terangnya.
Dari total 674 nomor pertandingan yang akan dipertandingkan di PON XX tahun 2020 tersebut, terdapat sekitar 56 penambahan nomor pertandingan di beberapa cabang olahraga. Sehingga pada saat PON XX tahun 2020, diprediksi terdapat sekitar 260 nomor di cabang olahraga yang dipertandingkan di PON XX tahun 2020 mendatang merupakan nomor yang baru.
“Akibat pengurangan cabang olahraga, pengurangan nomor pertandingan, hingga penambahan beberapa nomor baru tersebut, ada sekitar 172 atlet kita yang berpotensi tidak bisa tampil di PON XX tahun 2020 mendatang. Berdasarkan perhitungan kita, ada sekitar 58 medali emas yang sebelumnya kita raih di PON XIX akan hilang di PON XX tahun 2020 mendatang. Dan hal ini harus menjadi perhatian dari cabang olahraga,” tuturnya.
Meski demikian, Yosef mengaku jika potensi Jabar untuk kembali mempertahankan titel juara umum di PON XX tahun 2020 mendatang masih terbuka. Pasalnya, pihaknya sudah melakukan pengamanan terhadap atlet-atlet peraih medali di beberapa cabang olahraga saat PON XIX tahun 2016 lalu.
“KONI Jabar sudah melakukan pengamanan dan pengawasan terhadap 414 atlet peraih medali, baik emas, perak maupun perunggu, di PON XIX tahun 2016 lalu. Dan dari atlet-atlet ini, setidaknya kita masih bisa mengamankan sekitar 146 medali emas untuk PON XX tahun 2020 mendatang dari total raihan 217 emas, 157 perak, dan 157 perunggu yang diraih di PON XIX tahun 2016 lalu. Meski demikian, kita tetap menyiapkan pelapis dari atlet-atlet tersebut kalau saja ada faktor non teknis yang membuat atlet peraih medali emas PON XIX tersebut tidak bisa bermain karena cedera atau aturan yang diterapkan. Ini juga yang membuat pelaksanaan Porda Jabar XIII tahun 2018 nanti, ada penerapan batasan usia di beberapa cabang olahraga,” pungkasnya. (B3)