Jabar Perluas Kerja Sama dengan Provinsi Gyeongsangbuk-Do Korea Selatan

BANDUNG,- Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi Gyeongsangbuk-Do Korea Selatan sepakat untuk melanjutkan kerja sama. Bahkan, bidang kerja sama akan diperluas tidak hanya pada bidang olah raga, tapi juga pada bidang pendidikan, ekonomi, dan lainnya.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat Yudha M. Saputra mengatakan, kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Gyeongsangbuk-Do memang diawali pada bidang olah raga pada 2010.
“Pada 2010 Pak Gubernur bersama saya juga memang langsung datang ke  Gyeongsangbuk-Do untuk menandatangani kerja sma di bidang olah raga. Saat ini, Gubernur Jabar sangat senang dan sambut baik terkait untuk bekerjsa sama di bidang lain seperti pendidikan, ekonomi, perdagangan, budaya, pariwisata, hingga scinece dan teknologi. Kami berharap bisa segera ditentukan waktu untuk penandatanganan erja sama yang baru,” ujar Yudha dalam Rapat Koordinasi Kerja Sama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Provinsi Gyeongsangbuk-Do Korea Selatan di Hotel Preanger, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat (1/12/2017).
Sementara itu Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Barat ahmad Saefudin menilai, keberhasilan Jawa Barat dalam bidang pembinaan dan prestasi olah raga tidak lepas dari adanya kerja sama Jabar dengan provinsi Gyeongsangbuk-Do. Oleh karena itu, KONI Jabar sangat berkepentingan untuk menjaga keberlanjutan kerja sama, khusunya dalam bidang pembinaan dan prestasi olah raga.
“Tidak bisa dimungkiri, keberhasilan Jabar dalam bidang olah raga hingga akhirnya menjadi juara umum PON 2016 karena pikiran-pikiran dan tangan-tangan dari rekan-rekan di Gyeongsangbuk-Do. Oleh karena itu, kami sangat antusias untuk menyusun detail poin-poin dalam perpanjangan kerja sama. Bahkan bukan hanya diperpanjang, tapi diperluas lagi bidang kerja samanya,” ujar Ahmad.
Dia mengatakan, kelanjutan kerja sama di bidang olah raga diharapkan bisa diperluas hingga transfer ilmu dan teknologi keolahragaan. Selama ini, kerja sama yang dilakukan cenderung berkutat pada penggunaan jasa pelatih-pelatih berkualitas dari Gyeongsangbuk-Do Korea Selatan untuk membina sejumlah cabang olah raga binaan KONI Jabar.
“Kami memang lebih pada hal praktis tentang kepelatihan, supaya atlet-atlet lebih berprestasi. Untuk penggunaan pelatih juga tetap dilanjutkan, bahkan ditambah seperti untuk selam dan atletik. Namun kami ingin juga ada program kerja sama seperti mengirimkan pelatih-pelatih kita atau dosen UPI untuk menjalani pelatihan di sana, program pertukaran mahasiswa jurusan olah raga. Jadi ada transfer ilmu dan teknologi  keolahragaan juga,” kata Ahmad.
Ketua Harian Komite Olahraga Provinsi Gyeongsangbuk-Do Park Eui-sik menilai, kerja sama dengan Jabar sangat mungkin untuk terus dilakukan dan diperluas karena kedua belah pihak sudah punya dasar hubungan baik dan saling percaya.
“Karena kerja sama yang sudah berlangsung tujuh tahun, Jabar dan kami sudah seperti adik kakak. Kami bangga bisa ikut berperan membantu sehingga Jabar bisa menjadi nomor 1 di bidang olah raga, sama seperti Gyeongsangbuk-Do yang juga nomor 1 di bidang olah raga di Korea Selatan. dan kini, kita menatap ke arah kerja sama yang lebih luas untuk kemajuan di 2018, tidak hanya di bidang olah raga,” ujar Park.
Park mengatakan, kemajuan bidang olah raga Korea Selatan sudah terbukti dengan keberhasilan empat kali menembus peringkat 10 Besar pesta olah raga dunia Olimpiade. Menurut dia, Gyeongsangbuk-Do memiliki pengaruh besar dalam negara Korsel sebagai provinsi termaju, bukan sekadardi bidang olah raga, tapi juga bidang lainnya. Selain itu, di antara 17 provinsi yang ada di Korsel, hanya Gyeongsangbuk-Do  ayng diberi keleluasaan untuk menjalin kerja sama secara langsung dengan provinsi negara lain.
“Kita saat ini bisa mulai membicarakan dan menyusun poin-poin kerja samanya, di bidang olah raga, pendidikan, kebudayaan, pariwisata, bidang apapun. Namun tetap, untuk legalitas, Gubernur Jabar dan Gubernur Gyeongsangbuk-Do  harus bertemu secara langsung dan menandatangani kesepakatan, apakah itu di Korea Selatan atau di Indonesia. Sebaiknya secepatnya karena sama seperti Gubernur Jabar, Gubernur Gyeongsangbuk-Do juga akan habis masa jabatannya pada pertengahan 2018 ,” ujar Park. (B4)