Juara Umum Cabor Pencak Silat, Modal PON 2020

JAKARTA,- Sepak terjang para pesilat asal Jawa Barat menjadi salah satu faktor kesuksesan tim silat menjadi juara umum cabang olah raga silat Asian Games 2018. Ketua Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia Jawa Barat Pinera Wijaya mengatakan, prestasi atlet Jabar di Asian Games menjadi bukti besarnya potensi atlet silat Jabar yang dibarengi keberhasilan pembinaan sejak usia dini.
“Melalui keberhasilan meraih medali emas, atlet-atlet Jabar membuktikan kualitas yang dibentuk dari pembinaan sejak mereka usia dini. Ini hasil pembinaan jangka panjang dari mereka kecil, bukan hasil tiba-tiba juara. Mereka juga mengalami banyak kegagalan dulu sebelum akhirnya bisa meraih medali emas Asian Games,” ujar Pinera saat ditemui di sela-sela pertandingan karate di Padepokan Pencaksilat Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
Sebagai informasi, delapan atlet pencak silat Jawa Barat menjadi tumpuan kontingen Indonesia pada persaingan perebutan medali Asian Games ke-18 2018. Kedelapan atlet Jabar yang memperkuat tim nasional silat adalah Nunu Nugraha, Asep Yuldan, dan Anggi Faisal yang turun pada nomor artistik regu putra dan berhasil meraih medali emas. Kemudian Gina Trilestari, Pramudita, dan Lutfi Nurhasanah juga sukses mempersembahkan medali emas nomor artistik regu putri.
Atlet Jabar lainnya adalah Hanifan Yudani yang meraih medali emas nomor tanding kelas C putra setelah menyudahi perlawanan sengit pesilat Vietnam Nguyen Thai Linh. Atlet Jabar lainnya adalah Wewey Wita yang turun pada nomor tanding kelas B putri.
“Mereka semua sejak awal memang diproyeksikan medali emas dan alhamdullilah tercapai. Keberhasilan mereka ini menegaskan kalau Jabar memang barometer kekuatan pencak silat nasional, lumbung atlet silat nasional,” ujar Pinera.
Dia menilai, keberhasilan atlet Jabar pada ajang Asian Games ini juga bisa menjadi modal berharga pada PON 2020 di Papua. Jabar yang menargetkan untuk mempertahankan juara umum  akan terbantu oleh para atlet nasional yang sukses menjadi juara Asia.
“Selain membina dan menyertakan atlet muda di PON nanti, para atlet juara Asian Games ini tentu akan menjadi tumpuan Jabar untuk mempertahankan gelar juara umum di PON Papua,” kata Pinera.
Sebagai bentuk apresiasi, kata Pinera, IPSI Jabar sudah berkoordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat untuk memberikan apresiasi khusus kepada para pesilat Jabar yang berhasil meraih medali emas Asian Games. Menurut dia, apresiasi khusus tersebut akan diberikan sesuda ajanng Asian Paragames 2018.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Kepala Dispora Jabar Pak Yudha soal apresiasi khusus. Pasti ada, hanya diberikan nanti sesudah Asian Paragames beres,” ujar Pinera.
Dia mengatakan, ke depan, regenerasi atlet menjadi program prioritas yang dijalankan IPSI Jabar. Dua ajang besar dalam waktu berdekatan tahun ini, yakni Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII/2018 dan Kejuaraan Nasional Silat.
“Potensi atlet silat di Jabar berlimpah, tidak akan pernah kekurangan. Tinggal saat ini pembinaanya yang harus terus ditingkatkan. Ajang Porda dan Kejurnas bisa menjadi arena untuk menjaring atlet-atlet muda terbaik sebagai lapisan kedua yang kelak dapat jadi pengganti para senior,” kata Pinera. (B10)