Kabupaten Karawang juara umum babak kualifikasi Porda Panjat Tebing

BANDUNG,- Kabupaten Karawang berhasil menjadi juara umum babak kualifikasi panjat tebing Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII. Dari 21 nomor yang digelar sejak Kamis (14/12/2017) sampai Jumat (22/12/2017), Kabupaten Karawang sukses mendulang 7 medali emas, 5 perak, dan 5 perunggu.
Ketujuh medali emas Kabupaten Karawang diraih pada nomor speed track perseorangan putri, world record relay putra, lead tim putra, speed klasik beregu putra, speed klasik perseorangan putra, lead tim putri, dan boulder tim putri.
Perolehan medali emas Kabupaten Karawang hanya unggul satu medali atas peringkat dua kejuaraan, yakni Kota Bogor yang mengoleksi 6 emas, 4 perak, dan 6 perunggu. enam medali emas Kota Bogor diraih pada nomor speed klasik beregu putri, world record relay mix, lead mix, speed world record perseorangan putri, speed world record perseorangan putra, dan world record relay putri, Posisi ketiga babak kualifikasi ditempati oleh Kota Bekasi dengan koleksi 4 emas, 7 perak.
Delegasi teknik cabang olah raga panjat tebing Porda XIII Agus kurnia menilai babak kualifikasi Porda panjat tebing berlangsung kompetitif dengan peta kekuatan yang cenderung merata. menurut dia, banyaknya atlet-atlet baru (junior) pada babak kualifikasi kali ini menjadi kabar baik dari sisi pembinaan prestasi setiap daerah dalam naungan Federasi panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Barat “Babak kualifikasi kali ini  banyak di isi muka baru dan kekuatan setiap pengcab hampir merata tidak seperti dulu yang hanya dikuasai derah tertentu,” kata Agus.
Babak kualifikasi Porda panjat tebing diikuti oleh 273 atlet dari 25 pengrus cabang kota kabupaten Federasi Panjat Tebing Indonesia di Jawa Barat. Hanya satu daerah yang tidak mengirimkan atletnya, yakni Pengcab FPTI Kabupaten Ciamis.
Para atlet bersaing di 21 nomor pada kategori speed, boulder, dan lead putra putri hingga mix untuk  memperebutkan tiket lolos ke putaran final Porda XIII/2018.
Cabang olah raga panjat tebing pada Porda XIII memberlakukan regulasi pembatasan usia 14-23+2. Artinya, kata Agus, atlet yang boleh berpartisipasi harus berusia 14-23 tahun ditambah dua atlet bebas usia.
Regulasi 14-23(+2) itu  diarahkan dalam upaya mempersiapkan atlet untuk PON 2020 di Papua. Sekarang melihat junior Jabar kekuatannya bagus dan merata, punya prospek baik untuk PON di Papua 2020,” kata agus.
Dia menilai, kendati kekuatan atlet junior lebih merata pada masing-masing daerah, para atlet senior diprediksi masih akan bisa bersaing dan membuat putaran final Porda XIII/2018 di Kabupaten Bogor makin kompetitif. (B4)