Kejuaraan Tarung Bebas Internasional Diikuti Lima Negara

BANDUNG, – Sebanyak lima negara akan mengikuti Kejuaraan Tarung Bebas Internasional dengan tajuk “Duel#4” yang  diselenggarakan Bandung Fighting Club (BFC), Minggu (3/12/2017) nanti di GOR Tri Lomba Juang, Jalan Pajajaran, Kota Bandung. Ke lima negara itu, yakni Indonesia selaku tuan rumah, Uzbekistan, Malaysia, Philipina, dan Amerika Serikat.
Ketua Umum BFC, Edwin Senjaya menyebutkan dalam kejuaraan yang digelar satu hari tersebut akan terbagi ke dalam beberapa kelas yakni MMA Internasional, Silat Bebas, Kick Boxing Profesional, dan Amatir. “Kejuaraan ini diselenggarakan yang ke empat kalinya dan Alhamdulillah jumlah peserta dari tahun ke tahun bertambah. Apalagi sekarang diikuti juga oleh beberapa negara seperti Uzbekistan, Malaysia, Amerika, dan Philipina,” ujar Edwin di Hotel de’rain, Jalan Lengkong Kecil, Bandung, Sabtu (2/12/2017).
Diakui Edwin, tujuan dari kejuaraan tersebut karena pihaknya ingin olah raga tarung bebas terus berkembang di tanah air. “Maka itu kami juga ingin memberi kesempatan kepada atlet-atlet amatir semua yang ada di tanah air agar mereka ke depan bisa bersaing lebih baik dan bisa bertanding di even yang lebih tinggi atau internasional,” jelas Edwin.
Tak hanya itu, melalui kejuaraan itu pun lanjut Edwin sebuah kesempatan bagi fighter-fighter Indonesia untuk bertarung dengan fighter asal luar negeri. “Secara khusus kami juga berterimakasih kepada para fighter asal luar yang mau ikut meramaikan kejuaraan ini. Bukan soal kalah dan menang tapi yang penting menjunjung tinggi sportivitas dan silaturahmi antar atlet,” kata Edwin.
Dikatakan Edwin, untuk nomor professional diikuti 18 fighter untuk sembilan partai, dari sembilan partai itu empat partai diantaranya merupakan partai international, di mana fighter BFC yang mewakili Indonesia  akan menghadapi fighter dari luar negeri.
Masing-masing negera dari luar membawa satu fighter.  “Sebenarnya animo negara-negara lain juga sangar tinggi, tapi karena keterbatasan jadi kami tidak bisa menerima semuanya.
Untuk kelas amatir sendiri kata Edwin diikuti dari berbagai klub yang ada di Indonesia dan semuanya ada 75 partai. Artinya ada sekitar 150 peserta dari berbagai usia. Aturannya pun berbeda dengan profesional.
“Tapi yang paling bergensi saya kira di nomor 65 kilogram putra MMA. Kami punya petarung Yudi Cahyadi Chandra yang akan berhadapan dengan Jhorov asal Uzbekiztan,” ucap Edwin.
Yudi lanjut Edwin merupakan atlet yang sudah malang melintang dan pemegang gelar sabuk juara nasional MMA versi Federasi Beladiri Profesional Indonesia yang akan behadapan dengan juara gulat asal Uzbekiztan, dimana fighter negara-negara pecahan Rusia itu sangat kuat dan backroundnya gulat.
“Jadi saya pikir ini akan menjadi pertarungan yang menarik untuk disaksikan nanti,” pungkas Edwin.(B6)