Kejurnas Lempar Pisau Perebutkan Piala Ketua KONI Jabar

BANDUNG,- Sebanyak 115 atlet lempar pisau dan kapak dari berbagai daerah di Indonesia bersaing pada Kejuaraan Inthrowduction yang digelar Federasi Olahraga Lempar Pisau dan Kapak Seluruh Indonesia (Forlempika) D’Lempar Pisau Indonesia di Sasana Olah Raga Hoki, Jalan Cikutra, Kota Bandung, Sabtu (9/12/2017). Kejuaraan perdana di bawah bendera Forlempika ini memperebutkan Piala Ketua Umum Komite Olahraga Nasiona Indonesia (KONI) Jawa Barat.
“Ide awal kejuaraan ini memang dari Ketua KONI Jabar yang menyarankan agar Forlempika menggelar kejuaraan setiap tahun dari yang biasanya 2 tahun sekali oleh D’Lempar Pisau. Jadi kami bekerja sama dengan KONI jabar. Ini merupakan Kejurnas perdana Piala Ketua KONI Jabar sekaligus Kejurnas perdana Forlempika,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Kejuaraan Taufik Wijaya di sela-sela lomba.
Kejurnas kali ini diikuti oleh ratusan atlet dari 10 chapter atau klub. Mereka berasal dari sejumlah daerah seperti Pulau Sumatera, Jawa Barat, DKI Jakarta, Semarang, DI Yogyakarta, Balikpapan, hingga Jepara. Menurut Taufik, kejuaraan ini menyediakan 10 medali atau piala untuk diperebutkan, di antaranya pada nomor spin amatir putra putri, profesional amatir putra putri, kapak, instinctive half spin, instinctive no spin, long distance, dan lainnya.
“Selain sebagai sarana sosialisasi oolah raga lempar pisau dan kapak kepada masyarakat, kejuaraan ini juga bertujuan untuk mengevaluasi hasil latihan rutin yang sudah dilakukan oleh chapter-chapter di banyak daerah, jadi pembuktia hasil latihan,” kata Taufik.
Forlempika baru resmi terbentuk melalui deklarasi yang diinisiasi oleh D’Lempar Pisau Indonesia di Gedung KONI Jawa Barat, Jalan Pajajaran, Kota Bandung,  akhir September lalu. Deklarasi Forlempika sebagai federasi induk seluruh klub lempar pisau se-Indonesia ini sekaligus menjadi upaya memperjuangkan lempar pisau untuk menjadi cabang olahraga resmi yang diakui KONI sehingga kelak dipertandingkan pada ajang-ajang kompetitif resmi.
“Selain keberadaan kepengurusan dalam jumlah spesifik di tingkat daerah (provinsi) hingga kabupaten atau kota, salah satu syarat diakui KONI itu juga adalah menyelenggarakan tiga kejurnas berturut-turut. Nah, ini Kejurnas pertama dan akan segera diikuti oleh kejurnas lainnya,” kata Taufik. (B4))