Keterlambatan Verifikasi Mutasi Atlet Porda Ganggu Persiapan

BANDUNG,- Verifikasi mutasi atlet Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat yang dijadwalkan selesai Maret 2018 masih belum kunjung rampung. Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung Aan Johana berharap verifikasi mutasi atlet dapat segera dirampungkan supaya kabupaten kota bisa berkonsentrasi sepenuhnya pada persiapan Porda.
“Ini memang tidak sesuai rencana awal yang sebelumnya diisampaikan tim mutasi KONIJabar. Kami berharap diselesaikan sesuai janji. Masalah mutasi yang berlarut-larut ini mengganggu persiapan daerah untuk memetakan kekuatan internal tim maupun memproyeksikan persaingan dengan daerah lain,” ujar Aan di Sekretariat KONI Kota Bandung, Jalan Terusan Jakarta, Kamis (3/5/2018).
Menurut Aan, atlet-atlet yang terlibat proses mutasi pastinya sangat dibutuhkan oleh daerah-daerah pengusul mutasi. Padahal, saat ini persiapan setiap daerah sudah mengarah pada pembentukan tim inti Porda. Kondisi ketidakpastian ihwal persetujuan atau penolakan proses mutasi yang belangsung berbulan-bulan ini membuat persiapan pembentukan tim inti itu terganggu.
“Porda tinggal beberapa bulan lagi. Kami harap KONI Jabar tegas saja, tolak yang tidak memenuhi syarat dan setujui yang memang sesuai aturan. Jangan menggantung seperti ini supaya persiapan untuk Porda setiap daerah bisa optimal,” ujar Aan.
Angka mutasi atlet menjelang pelaksanaan Porda Jabar XIII/2018  boleh dibilang sangat tinggi. Tercatat 366 kasus mutasi atlet yang kini sedang diverifikasi. Tiga kota kabupaten berada pada posisi tiga besar daerah dengan lalu lintas mutasi atlet tertinggi karena menjadi tujuan utama banyak atlet bermutasi atau berpindah daerah. Yang pertama adalah Kota Bekasi (74 mutasi), kemudian tuan rumah Kabupaten Bogor (29), dan Kabupaten Bekasi (29).
Dengan jumlah ajuan mutasi atlet yang begitu banyak, mencapai 366 kasus, Aan memaklumi kesulitan proses verifikasi yang dialami oleh tim mutasi KONI Jabar.
Awalnya, verifikasi administrasi mutasi atlet Porda Jabar dijadwalkan rampung 31 Maret 2018, alias sesuai dengan masa kerja tim mutasi. Namun dalam perkembangannya, tingginya angka mutasi membuat masa kerja pokja mutasi harus berlanjut hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
Kendati demikian, dengan masa kerja yang sudah molor hingga dua bulan sejak masa akhir kerja tim mutasi, diharapkan proses verifikasi atlet bisa segera rampung dan disosialisasikan kepada KONI daerah.
“Saya tidak tahu persis bagaimana mekanisme alur pengesahan atlet di tim mutasi. Tapi pastinya tiap daerah, apalagi yang terlibat mutasi, pasti butuh kepastian, apakah atlet-atletnya bisa tampil di Porda, atau justru tak bisa tampil karena persyaratan mutasinya ditolak. Kami berharap, awal Mei ini bisa rampung dan diinformasikan kepada pengurus-pengurus KONI daerah karena peride Mei ini harusnya daerah sudah membentuk tim 100 persen, fokus persiapan, bukan lagi memikirkan masalah permutasian atlet,” kata Aan.
Masa kerja tim mutasi KONI Jabar secara formal sudah berkahir 31 Maret 2018. Menurut Ketua tim mutasi Agus Salide, tanpa keputusan formal, masa kerja tim mutasi diperpanjang untuk merampungkan verifikasi ratusan kasus mutasi yang melibatkan perpindahan atlet antar kabupaten kota sampai antarprovinsi. Namun hingga Kamis (3/5/2018), Agus mengakui verifikasi belum juga rampung.
“Hampir tuntas. Kami menunggu (arahan) Pak Ketua (KONI Jabar),” ujar Agus melalui pesan singkat. (B2)