Kim Kwang-yong Yakin Olahraga Jadi Pemersatu

BANDUNG,- Gubernur Provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan, Kim Kwang-yong menegaskan jika olahraga bisa menjadi jembatan komunikasi dan pemersatu. Karenanya kerjasama dalam bidang pengembangan keolahragaan antara Gyeongsangbuk-do dengan Jawa Barat yang terjalin sejak tahun 2010 berdampak bagi kemajuan keduanya.

“Hingga saat ini, saya telah melakukan pengembangan kemakmuran kedua provisi melalui pertukaran olahraga dengan Provinsi Jawa Barat. Walaupun hidup di lingkungan dan budaya yang berbeda, olahraga dapat menjadi jembatan komunikasi dan pemersatu. Saya bangga dan senang bisa bekerjasama dengan Jawa Barat. Tidak samapai di sini, bukan hanya olahraga, tapi kerjasama ini berkembang ke bidang yang lain seperti pendidikan, perekonomian, pertanian dan yang lainnya,” ungkap Mr. Kim yang mendapat penganugrahan gelar Doktor Honoris Causa sebagai gelar akademik tertinggi yang diberikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Senin (8/05/2018) di Kampus UPI, Jl. Setiabudhi Bandung.

“Hari Ini, suatu kehormatan bagi saya sebagai orang Korea pertama yang mendapat Gelar Doctoral Honoris Causa dari Universitas Pendidikan Indonesia yang terbesar serta terbaik di Indonesia,”katanya menambahkan.

Menurutnya, dari 34 provinsi di Indonesia, Jabar merupakan provinsi paling banyak melaksanakan pertukaran dibidang olahraga dengan negara lain. Sehingga dengan kerjasama tersebut, pertukaran pealtih dan atlet bisa berlangsung hingga saat ini.

Pada waktu PON XIX/2016 lalu, dari 9 cabang olahraga yang pernah dilatih oleh pelatih Korea yaitu judo, taekwondo, gulat, tinju, menembak, anggar, panahan dan sepatu roda berhasil menyumbang medali Emas sebanyak 64 buah (sekitar 30% dari jumlah keseluruhan medali emas Jawa Barat), Perak 27 buah, dan Perunggu 38 buah.

Ia juga mengatakan, dengan memanfaatkan infrastruktur olahraga unggul, Gyeongsangbukdo dapat menjalankan pertukaran olahraga yang berkualitas.

“Ini adalah sebuah permulaan. Saya berharap dapat menuliskan sejarah baru melalui kerjasama persahabatan yang berkelanjutan antara Gyeongsangbukdo dan Jawa Barat. Pada PON Jawa Barat tahun 2016 hasil kerjasama di bidang keolahragaan baik itu mendatangkan pelatih dari Korea ataupun mengirim atlet Jabar ke Korea bisa berbuah prestasi yang membanggakan. Sehingga Jawa Barat meraih Juara Umum setelah menunggu selama 55 tahun. Dari hal tersebut saya dapat melihat kekuatan dan potensi Jawa Barat,”ungkapnya.

Tidak hanya olahraga prestasi, Mr. Kim juga menilai jika pertukaran dalam bidang olahraga masyarakat sangat penting. Karena olahraga bukan merupakan bidang yang hanya dilakoni oleh atlet profesional saja.

“Olahraga masyarakat tersebut di Korea sangat mudah dikombinasikan untuk menciptakan tidak hanya persahabatan yang non pemerintah (pribadi) tapi juga dapat membangun menjadi satu jaringan kerjasama internasional dalam bidang politik dan ekonomi. Gyeongsangbukdo sedang berusaha untuk melakukan pertukaran dalam bidang olahraga masyarakat dengan negara-negara lain seperti Amerika, Cina, Jepang dan Rusia,”terangnya.

“Jika pertukaran berbagai cabang olahraga Masyarakat dilakukan secara berkelanjutan dengan Indonesia, maka akan terhubung pada kebijakan pariwisata, saya pikir hal ini akan menciptakan jalur perdagangan baru,” katanya menutupkan. (B8)