KONI Jabar Apresiasi Putusan Pengadilan Negeri

BANDUNG, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat mengapresiasi langkah Pengadilan Negeri Bandung melalui putusannya yang menolak gugatan mantan pengurus KONI Jabar pasca pergantian antar waktu (PAW) tahun 2017.

Putusan penolakan gugatan tersebut tertuang pada surat putusan perkara nomor : 144/Pdt.G/2017/PN.Bdg  tanggal 20 September  2017 dan diterima Koni Jabar tanggal 16 Oktober 2017.

Kepala Bidang Hukum dan Advokasi KONI Jabar, Tugiman mengatakan, putusan pengadilan atas perkara tersebut sudah tepat, hakim yang memeriksa dan mengadili perkara, telah bekerja secara profesional, obyektif dan rasional.

Jalannya persidangan juga telah berlangsung secara terbuka, dan mengedepankan equality before the law, sehingga  putusan itu  menurut Tugiman sudah sangat obyektif, rasional, dan berkeadilan.

Tugiman berharap, dengan putusan penolakan gugatan yang dilayangkan oleh mantan pengurus KONI Jabar tersebut, juga mampu menepis  berbagai isu miring yang selama  dilemparkan sejumlah pihak kepada KONI Jabar.

“Saya tegaskan berbagai isu miring tentang KONI Jabar yang berkembang itu tidak benar dan itu fitnah. Alhamdulillah kebenaran dan keadilan  telah ditunjukan dan semoga menjadi akhir dari polemik itu,”tuturnya di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Senin (23/10/2017).

Pada gugatan yang dilayangkan oleh para mantan pengurus KONI Jabar tersebut setidaknya ada lima substansi gugatan yang diajukan seperti penggantian antar waktu (PAW) pengurus Koni Jabar masa bakti 2015-2018, dimana mereka mengklaim bahwa SK PAW bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Mereka beranggapan KONI Jabar dinilai tidak mengedepankan prinsip-prinsip pembinaan keolahragaan dengan baik, menggugat keterlibatan TNI/PNS dan Pajabat publik dalam komposisi kepengurusan KONI Jabar, dan yang terakhir tentang tuntutan ganti rugi bagi para penggugat atas PAW itu sendiri.

Tugiman mengatakan, KONI Jabar mengapresiasi gugatan itu kerana kebenaran hukum justru akan terungkap di pengadilan. Namun, dia juga menjelaskan bahwa pihaknya memiliki  sejumlah  data, fakta,  dan argumen hukum yang soqih dalam pembuktian  di pengadilan.

“Gugatan itu tidak tepat, karena disamping tidak memperhatikan kaedah hukum acara  juga tidak memiliki alasan hukum yang jelas. Putusan perkara nomor 144 tersebut saat ini sudah inkracht van gewijsde  atau memiliki kekuatan hukum tetap, sehingga sikap  KONI Jabar  menerima putusan itu dan juga mengapresiasi upaya hukum yang dilakukan oleh para mantan pengurus KONI Jabar,”ujarnya. (B2)