KONI Jabar Dukung PON Dua Provinsi

BANDUNG,- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat, mendukung penuh langkah yang dilakukan oleh KONI Aceh dan KONI Sumatera Utara yang saat ini sedang mencoba untuk menjadi tuan rumah bersama penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024.

Kedua provinsi tersebut juga gencar mensosialisasikan agar penyelenggaraan pesta olah raga multieven terbesar di Indonesia tersebut bisa dilaksanakan oleh dua provinsi sekaligus yang jaraknya berdekatan.

“Pertama dari hati nurani tidka bisa dibohongi, sebelumnya saat bidiing lima tahun lalu harusnya Aceh (jadi tuan rumah). Dan sumatera Utara sendiri juga pernah menjadi tuan rumah PON, dan perkembangannya luar biasa,”tutur Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudiin, saat menerima kunjungan KONI Aceh dan KONI sumut, di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Sabtu (26/11/2017).

Ahmad mengatakan, baik Aceh maupun Sumut keduanya tidak dapat dipisahkan, karena provinsi ini ibarat adik dan kakak, pembangunan di Aceh tidak bisa dilepaskan dari Sumut begitu kjuga sebaliknya.

“Jawa Barat sebagai teman dekat tentunya sangat mendukung langkah ini (tuan rumah besrama), kita akan membantu dan memberikan pengalaman kita saat menjadi tuan rumah PON kemarin,”katanya.

Dengan adanya tuan rumah bersama ini, selain dari efisien dan efektif, juga tentunya mennjadi pelajaran bagi provinsi lain di Indonesia. Dan jika ini terwujud tentunya akan menjadi sejarah baru dalam penyelenggaraan PON.

Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf mengucapkan terima kasih kepada KONI jabar yang telah mendukung sepenuhnya langkan tuan rumah bersama yang digagas oleh Aceh dan Sumatera Utara.

“Insya allah dengan adanya dukungan dari Jabar ini saya berharap kami Aceh dan Sumut bisa terpilih secara aklamasi untuk bisa menjadi tuan rumah bersama di PON nanti. Saya sangat berterima kasih kepada KONI Jabar yang telah memberikan dukungannya,”ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Umum KONI Sumatera Utara, John Ismadi Lubis mengaku sangta mengapresiasi langkah Jawa Barat yang telah memberikan dukungan agar Aceh dan Sumut bisa menjadi tuan rumah bersama PON.

“Ini menjadi terobosan, dengan jumlah provinsi yang banyak tentunya perlu sebuah terobosan dimana dua provinsi yang berdekatan jaraknya menjadi tuan rumah bersama PON. Ini juga menjadi pelajaran untuk provinsi lain khsusunya di wilayah timur, karena adanya tuan rumah bersama selain efektif juga efisien,”katanya.

John mengatakan, jika satu provinsi menjadti tuan rumah PON yang diadakan empat tahun sekali, maka peluang untuk kembali bisa mengadakannya sekitar 132 tahun lagi. Aceh dan sumut akan belajar dari Jawa Barat yang dinilai menjadi tuan rumah penyelenggara PON paling suskes selama even ini dilaksanakan.

“Tidak hanya belajar tentang penyelenggaraan PON saja, tetapi dari segi pembinaan juga kita akan belajar dari Jawa Barat. Saat penunjukan tuan rumah PON, Jabar bisa terpilih secara aklamasi, dan saya berharap kami jugga bisa terpilih aklamsi pada penunjukan nanti,”tuturnya. (B2)