KONI Jabar Jabar Jalin Kerjasama Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara Dengan Kejati Jabar

BA‎NDUNG,- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat dan 27 KONI Kota/Kabupaten di Jawa Barat melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar serta 25 Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota/Kabupaten di Jabar untuk bidang perdata dan tata usaha negara.

Penendatanganan kerjasama tersebut dilakukan di sela-sela pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI Jabar 2018 di Grand Aquila, Jalan Pasteur Kota Bandung, Rabu (5/9/2018).

“Kapasitasnya di sini bukan pribadi, tapi secara kelembagaan. Ini pertama kali dilakukan. Dimana ada beberapa wewenang yang dapat kami lakukan. Yaitu penegakan hukum dalam rangka memelihara kepastian hukum, bantuan hukum, pertimbangan hukum untuk memberikan pendapat dan pendampingan hukum serta audit hukum pada bidang perdata sehingga tidak melanggar hukum. Kemudian tindakan hukum lainnya yaitu sebagai mediator dan fasilitator manakala antar lembaga terdapat perselisihan dan terakhir pelayanan hukum,” Wakil Kepala Kejati Jabar, Didik Istiyanta.

Kesepakatan sendiri, berlaku selama dua tahun sejak tanggal penandatanganan kerjasama dan bisa diperpanjang sesuai kesepakatan ‎kedua belah pihak. dengan tujuan untuk memberikan arah dan petunjuk bagi KONI supaya dalam melaksanakan kegiatan berjalan lancar dan tidak melanggar hukum.

Didik berharap, kerjasama tersebut tidak hanya tandatangn perjanjian semata. Namun KONI Jabar dan juga KONI daerah dapat memanfaatkan kerja sama tersebut untuk meminta pendapat hukum sebelum kegiatan, ‎pendampingan hukum pada saat kegiatan berjalan, ‎dan audit setelah selesai kegiatan.

“Kami berterimakasih kepada KONI Jabar atas kepercayaannya kepada Kejati Jabar dan juga Kajari kota/kabupaten yang ada di Jabar. Ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pelayanan dan kualitas penyelesaian hukum perdata dan tata usaha negara di dalam bidang maupun di luar pengadilan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua KONI Jabar, Ahmad Saefudin menuturkan, kerjasama tersebut merupakan upaya untuk menciptakan misi keolahragaan dengan menerapkan kejujuran dan keadilan. sehingga dalam pengelolaan keolahragaan di Jabar lebih modern, cepat, tepat dan benar.

“Kita ingin benar-benar pengelolaan keolahragaan sesuai aturan. Pendanaan yang kita miliki berasal dari anggaran negara dan daerah. Kita ingin baik dan tepat dalam pengelolaan semuanya,” Ahmad menutupkan. (B8)