KONI Jabar Manfaatkan Keterpurukan Indonesia di SEA Games 2017

BANDUNG,- SEA Games 2017 Malaysia telah berakhir. Indonesia hanya mampu berada di peringkat kelima dengan menorehkan 38 medali emas, 63 perak dan 90 medali perunggu.
Raihan ini menjadi yang terburuk bagi Indonesia sepanjang mengikuti gelaran dua tahunan tersebut. Padahal jika melihat rekam keikutsertaan sejak 1977 silam, Indonesia sukses menjadi juara umum empat kali beruntun hingga 1983.
Tahun berikutnya yakni 1985, Thailand merebut posisi pertama dari Indonesia. Tetapi, mulai 1987 hingga 1993 prestasi juara umum empat kali beruntun disamai.
Puncak kejayaan Indonesia di ajang SEA Games ketika menjadi tuan rumah pada 1997. Ketika itu kontingen Tanah Air menjadi juara umum dengan merebut 194 emas.
Akan tetapi, di era setelah reformasi, cuma sekali Indonesia bisa menjadi juara umum. Dan itu pun pada 2011, ketika menjadi tuan rumah dengan pencapaian 182 emas.
Kini, prestasi Indonesia ini menjadi yang terburuk di sepanjang sejarah setelah hanya mampu mengantongi 38 medali emas.
Wakil Ketua II Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat, Verdia Yosef mengatakan dari hasil analisis data yang didapatkan bahwa keterpurukan Indonesia di SEA Games 2017 Malaysia terjadi kemungkinan adanya kesalahan dari faktor pembinaan.
Sebab dari pengamatannya bahwa negara lain menurunkan atlet-atlet baru yang memang sulit untuk diukur kekuatannya. Sementara Indonesia sebagian besar masih menggunakan atlet-atlet lama.
“Lalu ada terkesan memaksakan. Seperti di cabor Judo. Beberapa atlet terpaksa ada yang diturunkan dan dinaikkan berat badannya agar bisa turun di nomor tertentu. Ini jelas merusak atlet dan menguras tenaga atlet,” ucap Yosef.
Hasil pantauannya ini jelas akan dijadikan acuan bagi Jabar untuk memperbaiki program. Sehingga tidak hanya bisa mengharumkan nama Jabar melainkan atletnya ini bisa kembali mengangkat nama Indonesia.
“Kami tidak menyalahkan siapa-siapa. Yang pasti kita akan coba di Jabar. Kendala ini menjadi tantangan bagi kami untuk mendukung Indonesia,” pungkasnya.(B2)