KONI Jabar Solidkan Tim Untuk Pertahankan Juara di Papua

BANDUNG,- Mempertahankan gelar juara pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 di Papua menjadi misi utama Jawa Barat. Misi itu ditegaskan sekaligus menjadi tema utama rapat anggota tahunan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat yang mulai digelar di Hotel El Royale, Jalan Merdeka Kota Bandung, Selasa (19/12/2017).

Ketua Umum KONI Jabar Ahmad Saefudin mengatakan, menjuarai PON di Papua bukanlah target muluk-muluk. Dia menegaskan, Jabar punya semua potensi untuk kembali merajai pesta olah raga terbesar di Indonesia tersebut.
“Menggelorakan Jabar Kahiji di Papua sangat realistis. Potensi medali emas kita masih sangat besar. Dari segi umur, dari sisi kemampuan, prospek masih sangat bagus,” ujar Ahmad seusai membuka RAT bertema “Membagun
Kebersamaan yang Solid Ntuk Mempertahankan Jabar Kahiji Pada PON XX Tahun 2020 di Papua”.
Indikator paling nyata perihal prospek prestasi Jabar di PON, kata Ahmad, sangat nyata ditunjukkan dari hasil serangkaian Kejuaraan Nasional berbagai cabang olah raga. Menurut dia, dalam kurun waktu sepanjang 2017, nyaris semua Kejurnas bisa diakhiri Jabar dengan gelar juara umum.
“Hanya judo yang kita gagal juara umum. Tapi itu juga hanya berselisih satu medali emas dari DKI Jakarta. Selain itu ada empat atlet kita yang tidak bertanding. Kita turunkan lapis kedu, atlet-atlet junior pada kejuaraan itu,” kata Ahmad.
Dengan keberhasilan atlet-atlet junior berada di papan atas, bahkan menjuarai sejumlah kejuaraan nasional, Ahmad optimistis dengan prestasi Jabar pada PON 2020 di Papua. Menurut dia, peluang untuk mempertahankan prestasi di Papua akan semakin besar jika kepengurusan cabang olah raga dan KONI makin solid.
“RAT ini untuk menguatkan KONI dan seluruh anggotanya, cabor-cabor, agar semakin solid dalam pembinaan prestasi atlet. Saat ini secara organisasi masing-masing Pengprov (cabor) sudah solid, mengerti teknik keilmuan, bagaimana rencana strategis mencapai target kejuaraan. Setiap event selalu konsultasikan target dengan KONI dan akhirnya bisa tercapai,” kata Ahmad.
Dia menilai, program pembinaa prestasi yang sudah dilakukan di Jabar sudah berjalan pada trek yang benar. Buktinya selain meraih berbagai prestasi, sepanjang 2017 Jabar juga mendapatkan berbagai penghargaan sebagai pengakuan atas keberhasilan pembinaan prestasi.
“Kilas balik 2017 ditandai dengan penghargaan-penghargaan yang artinya pembinaan olah raga kita sudah bagus. Yang paling penting, ada pengakuan dari publik. Kita baru saja diberi mahkota penghargaa di Korea Selatan dan itu bukan penghargaan sembarangan. Itu menandakan kegiatan pembinaan kita sudah benar, ada progres prestasi, ada peningkatan juga untuk kesejahteraan atlet,” kata Ahmad.
RAT KONI Jabar tidak hanya membahas pencapaian dan strategi untuk mempertahankan gelar juara PON. Pada acara tersebut dibahas pula perihal hajatan Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat sebagai salah fase penyiapan atlet-atlet sebelum bertanding di PON.
“Pada Porda sebelumnya, kontribusi atlet untuk PON mencapai 26 persen. Ke depan khususnya pada Porda 2018 di Kabupaten Bogor, kami ingin 50 persen atlet untuk Pelatda PON itu berasal dari atlet-atlet Porda,” ujar Ahmad. (B4)