KONI Kabupaten Bandung Pertanyakan Mutasi Dewi dan Dita ke Kabupaten Bogor

BANDUNG,- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung mempertanyakan keputusan Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jabar yang mengesahkan mutasi dua atlet mereka yakni WGM Dewi Ardhiani Anastasia Citra dan WFM Dita Karenza ke Kabupaten Bogor menjelang Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XIII/2018. KONI Kabupaten Bandung pun sudah mengajukan permohonan banding ke KONI Jabar terkait mutasi dua atletnya tersebut.
Ketua KONI Kabupaten Bandung, Herda M Ghani menuturkan, keputusan Pengprov Percasi Jabar mengesahkan mutasi kedua pecaturnya ke Kabupaten Bogor yang notabene sebagai tuan rumah Porda Jabar XIII tidak berdasar. Pasalnya, hingga saat ini, kedua pecatur wanita tersebut masih tercatat sebagai atlet Kabupaten Bandung dan permohonan mereka mengundurkan diri mendapat penolakan dari Pengcab Percasi Kabupaten Bandung dan KONI Kabupaten Bandung.
“Bahkan saat ini, permasalahan mutasi Dewi Citra dan Dita Karenza ini masih dalam proses di pengadilan Bale Bandung. Kami pun sudah mengajukan surat banding kepada KONI Jabar terkait keputusan dari Pengprov Percasi tersebut,” ujar Herda saat ditemui di sekretariat KONI Kabupaten Bandung, GOR KONI Soreang, Jalan Raya Soreang Kabupaten Bandung, Sabtu (2/12/2017).
Herda menambahkan, pihaknya pun sudah melakukan pembinaan dan memberikan dana pembinaan bagi keduanya. Bahkan pihak Pemkab Bandung pun sudah memberikan bonus terkait prestasi keduanya membela Jabar di ajang PON XIX tahun 2016 lalu.
“Kalau pun mau mencari uang, ya tidak begini caranya. Tempuh prosedur yang resmi dan sesuai dengan aturan mutasi yang sudah ditetapkan. Jangan seperti ini, setelah mendapatkan dana insentif dan uang kadeudeuh dari Pemkab Bandung lalu pindah begitu saja. Keduanya pun sudah menandatangani pakta integritas untuk tetap membela Kabupaten Bandung di Porda Jabar XIII sebelum mereka mendapatkan uang kadeudeuh, karena itu kami daftarkan mereka di babak kualifikasi yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu,” terangnya.
Herda mengaku, Dewi Citra dan Dita Karenza yang merupakan pecatur bersaudara asal Kecamatan Cangkuang Kabupaten Bandung. Keduanya memang sudah mengajukan surat pengunduran diri namun ditolak Pengcab Percasi Kabupaten Bandung dan KONI Kabupaten Bandung.
“Saat ini, kita pun sedang melakukan gugatan perdata terhadap keduanya di pengadilan karena keduanya disinyalir melakukan pemalsuan identitas kependudukan. Dan pengadilan belum ada keputusan, tapi tiba-tiba keduanya disahkan pindah ke Kabupaten Bogor. Itu kan aneh. Salah satu syarat untuk ikut Porda Jabar itu kan domisili kependudukan si atlet,” tambahnya.
Untuk itu, pihaknya berharap KONI Jabar sebagai induk olahraga prestasi sekaligus panitia pengawas dan pengarah (Panwasrah) Porda Jabar XIII bisa mengambil langkah yang bijak. Pihaknya berharap KONI Jabar mengambil keputusan terkait mutasi kedua atlet catur mereka sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan.
“Kami ini kan anggota KONI Jabar juga, jadi kami minta bijak dalam mengambil keputusan. KONI Jabar harus tegas dalam menegakkan aturan, terutama terkait mutasi atlet yang kerap terjadi menjelang Porda Jabar,” pungkasnya. (B3)