KONI KBB Tes Kondisi Kesehatan dan Fisik Atlet

BANDUNG,- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar tes kesehatan dan fisik bagi atlet Pemusatan Latihan Kabupaten (Pelatkab) Bandung Barat yang dipersiapkan untuk Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XIII tahun 2018 di Kabupaten Bogor. Tes digelar di area Pusdikpasus, Batujajar, KBB dan diikuti 617 atlet selama dua hari, Sabtu-Minggu (14-15/7/2018)

Ketua Harian KONI KBB, Sumardiyanto menuturkan, pelaksanaan tes menjadi bahan evaluasi pihaknya untuk mengetahui kesiapan setiap atlet. Setiap atlet di cek kondisi kesehatan mereka seperti tekanan darah serta hemogloblin untuk mengecek kadar oksigen dalam darah.

“Untuk mengecek fisik atlet, kita lakukan berbagai tes seperti push up, squast jump, sit up, back up, sit and reach test, suttle run, vertical jump, balance test hingga bleep test. Melalui tes ini, kita ingin tahu sejauh mana kesiapan para atlet menghadapi Porda Jabar XIII dari hasil latihan di cabang olahraga masing-masing,” ujar Sumardiyanto saat ditemui di sela-sela kegiatan, Sabtu (14/7/2018).

Sumardiyanto menambahkan, di Porda Jabar XIII pada Oktober 2018 mendatang di Kabupaten Bogor, kontingen Bandung Barat bertekad mempertahankan peringkat empat besar. Untuk itu, pihaknya berharap kesehatan dan fisik para atlet dalam kondisi yang prima sehingga bisa tampil maksimal saat berlaga di cabang olahraga masing-masing.

“Mempertahankan posisi empat besar bukan hal yang mudah. Untuk itu, kesiapan atlet harus benar-benar dalam kondisi fit dan prima. Dan sesuai kesepakatan semua, cabang olahraga yang diikutsertakan minimal bisa menyumbang satu medali emas,” tegasnya.

Sekretaris Umum KONI KBB, Jaka Supriatna mengatakan, tes kesehatan dan fisik bagi atlet Pelatkab Porda Jabar XIII-KBB dilakukan selama dua hari. Pasalnya, jumlah atlet yang berhak mengikuti Porda Jabar XIII cukup banyak.

“Ada 49 cabang olahraga yang lolos babak kualifikasi dan bisa berlaga di Porda Jabar XIII. Karena itu kita gelar dua hari tes ini, sehingga kondisi sebenarnya para atlet bisa kita ketahui. Untuk tes sendiri, kita melibatkan Ikatan Guru Olahraga (Igora), mahasiswa UPI, mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Cimahi, serta petugas medis,” pungkas Jaka. (B1)