KONI Kota Bandung Anggap Mutasi Porda Masih Mengganjal

BANDUNG,- Hasil verifikasi mutasi atlet untuk Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII/2018 sudah diumumkan oleh KONI Jawa Barat. Akan tetapi, hasil verifikasi mutasi tersebut dinilai masih mengganjal lantaran belum menyertakan data mutasi atlet tuan rumah Kabupaten Bogor.
“Ini jelas menjadi pertanyaan, kenapa daerah lain sudah menyerahkan data mutasi tapi justru tuan rumah belum jelas soal mutasi? Jadi masih ada yang mengganjal meskipun hasil verifikasi sudah diumumkan oleh KONI Jabar,” ujar Ketua Umum KONI Kota Bandung Aan Johana di Sekretariat KONI Kota Bandung, Jalan Terusan Jalan Jakarta Kota Bandung.
Aan menilai, masalah mutasi yang belum benar-benar beres ini rawan menimbulkan masalah di kemudian hari, khususnya pada saat pendataan atlet secara rinci berdasarkan nama dan nomor pertandingan cabang olah raga pada Porda nanti. Oleh karena itu, dia berharap agar KONI Jabar dapat benar-benar menyelesaikan masalah mutasi dengan tuntas.
“Mudah-mudahan tidak menuai persoalan ke depan dan jangan sampai ada kesan (Kabupaten Bogor) diiistimewakan. Daerah lain yang sudah menyelesaikan masalah mutasi ini juga pasti bertanya-tanya. Kalau tidak diselesaikan malah bisa kurang kondusif ke depannya, terutama ketika pendaftaran atlet,” kata Aan.
Diapun kembali menyayangkan begitu banyaknya angka mutasi atlet pada Porda kali ini. Menurut dia, idealnya Porda merupakan ajang yang dijadikan tolok ukur keberhasilan pembinaan atlet-atlet suatu daerah, bukan malah menjadi ajang berburu prestise melalui perekrutan atlet-atlet luar daerah.
“Sejak awal kami menyayangkan jumlah mutasi yang begitu banyak. Semoga ke depannya, Porda bisa benar-benar menjadi ajang khusus untuk atlet-atlet binaan daerah. Bagi atlet luar Jabar yang direkrut dan dipersiapkan untuk PON, disiapkan ajang lain, bukan di Porda,” kata Aan.
Seperti diketahui, setelah sempat molor beberapa bulan, pekan lalu KONI Jawa Barat akhirnya mengumumkan hasil verifikasi mutasi atlet Porda Jawa Barat XIII/2018. Dari 389 atlet pemohon mutasi, 271 diputuskan memenuhi syarat mutasi yang sudah ditetapkan dan 112 belum memenuhi syarat. Hanya enam permohonan mutasi yang ditolak.
Dari jumlah 389 kasus mutasi itu, 172 di antaranya adalah mutasi yang melibatkan atlet dari luar provinsi, sementara 217 permohonan mutasi lainnya melibatkan atlet-atlet antar kabupaten kota di Jabar. Sementara itu daerah tujuan mutasi terbanyak adalah Kota Bekasi, kedua Kabupaten  Bekasi, dan ketiga Kabupaten Bogor
Namun, data hasil verifikasi mutasi atlet yang diumumkan KONI Jabar itu belum termasuk data mutasi dari tuan rumah Kabupaten Bogor. Akibat berbagai kendala, data mutasi atlet Kabupaten Bogor belum masuk kepada tim Pokja untuk diverifikasi. Padahal, KONI Jabar sudah berulangkali mengirim surat agar Kabupaten Bogor segera menyerahkan data mutasi atlet. (B10)