KONI Kota Bandung Belum Berlakukan Pencoretan Atlet

BANDUNG,- Hasil tes fisik tahap pertama para atlet pemusatan latihan cabang (pelatcab) Kota Bandung untuk Porda Jawa Barat XIII/2018 belum mencapai titik ideal. Namun demikian, KONI Kota Bandung masih memberikan toleransi, bahkan kepada para atlet yang hasil tes fisiknya berada di bawah standar.
“Memang hasilnya masih pada tahap sedang, bahkan ada yang di bawah standar. Namun, belum ada yang dicoret dari pelatcab, masih kami beri kesempatan,” ujar Wakil Ketua II Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung bidang pembinaan dan prestasi Nuryadi di Bandung, Minggu (20/5/2018).
Sebagai informasi, berdasarkan hasil tes fisik atlet di laboratorium Sport Science Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) belum lama ini, kondisi fisik atlet pelatcab Kota Bandung secara umum berada dalam kategori cukup atau sedang.
Namun, Nuryadi menilai taraf sedang pada hasil tes fisik tahap pertama masih bisa dimaklumi. Pasalnya, parameter yang digunakan pada penilaian tes fisik tersebut adalah standar atlet PON 2016 lalu.
“Yang kami jadikan standar nilai tes fisik pertama itu bukan Porda, tapi nasional. Jadi kalaupun ada yang di bawah, di bawah nasional yang boleh dibilang masih kompetitif untuk level daerah seperti Porda,” kata Nuryadi.
Dia mengatakan, hasil tes fisik tahap pertama sudah dibahas dan dianalisis dalam sebuah acara workshop khusus bersama seluruh pelatih cabang olah raga pekan lalu. Dalam kegiatan tersebut juga digelar coaching clinic program latihan untuk memperbaiki berbagai kekurangan dan mempertahankan sisi-sisi positif hasil analisis tes fisik.
“Mayoritas kekurangannya memang pada kondisi fisik. Tapi berhubung ini bulan puasa, perbaikan teknik yang disasar karena akan terkendala untuk memforsir latihan fisik. Mayoritas atlet berpuasa,” ujar Nuryadi.
Menurut dia, aktivitas atlet pelatcab tidak berhenti total sepanjang bulan puasa. Latihan reguler tetap berjalan dengan porsi yang disesuaikan. Bahkan, beberapa cabor memberlakukan latihan intens setelah waktu buka puasa sampai malam hari.
“Mayoritas cabor memang menggelar latihan menjelang waktu berbuka puasa. Tapi ada pula beberapa cabor yang menggelar dua sesi latihan, yakni sebelum dan sesudah buka puasa, bahkan sampai malam hari,” katanya.
Nuryadi menambahkan, progres dari penerapan program hasil evaluasi tes fisik tahap pertama akan dipantau dan menjadi acuan untuk penilaian pada tes fisik selanjutnya yang  dijadwalkan setelah lebaran. Pada tes tahap kedua itulah, kata Nuryadi, KONI Kota Bandung akan lebih saklek untuk mencoret atlet-atlet yang kondisi fisiknya tidak berkembang, apalagi masih berada di bawah standar.
“Ada waktu untuk memperbaiki level kebugaran fisik atlet pelatcab melalui program yang sudah diberikan pada workshop dan coaching clinic pelatih. Kalau sampai hasil tes berikutnya masih tidak ada progres, apalagi di bawah standar, ya kami akan beri keputusan tegas dengan pencoretan dari tim pelatcab,” ujar Nuryadi. (B10)