Kota Bekasi Juara Umum Babak Kualifikasi Angkat Besi

BANDUNG, – Kota Bekasi berhasil menjadi juara umum babak kualifikasi Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII cabang olah raga angkat besi. Sempat tertinggal di balik dominasi Kabupaten Bandung, atlet-atlet angkat besi Kota Bekasi mampu mengimbangi perolehan emas Kabupaten Bandung dan unggul dalam raihan medali perak.
Kemenangan Kota Bekasi ditentukan pada hari terakhir babak kualifikasi di GOR Trilomba Juang, Rabu (20/12/2017). Lifter Muhammad Hasbi berhasil meraih medali emas pada kelas 77 kg setelah menorehkan angkatan total terbaik 275 kg, hasil angkatan terbaik snatch 125 kg kemudian clean & jerk 150 kg. Hasbi unggul atas pesaing terkuatnya sesama lifter Kota Bekasi Muhammad Ramadhan yang meraih angkatan terbaik 240 kg. Peringkat ketiga diraih oleh lifter Kabupaten Bandung Randi dengan total angkata 233 kg.
Medali krusial pengunci kemenangan Kota Bekasi juga ditentukan oleh Imanulloh pada kelas +94 kg. Dia meraih medali emas dengan angkatan total 226 kg, unggul dari Yupi Fauzi asal Kabupaten Karawang dengan total angkatan 222 kg.
Tambahan dua emas pada hari terakhir membuat Kota Bekasi menyamai perolehan lima medali emas milik Kabupaten Bandung. Namun, Kota Bekasi berhalkmenyandag gelar juara umum karena punya jmlah medali perak lebih banyak, yakni 6 medali dibandingkan Kabupaten Bandung yang mengoleksi 5 medali perak.
Tambahan dua medali perak dari Muhammad Ramadhan pada kelas 77 kg dan Nyoman Art Ismail pada kelas 85 kg ikut berperan krusial bagi kemenangan Kota Bekasi.
Ketua Persatuan Angkat Berat, Angkat Besi dan Bina Raga Seluruh Indonesia (Pabbsi) Jawa Barat Maman Suryama menilai, peta persaingan pada cabang angkat besi sangat ketat. Pasalnya, raihan medali, khususnya empat tim teratas terbilang rapat. Kota Bekasi dengan raihan 5 emas, 6 perak, dan 2 perunggu hanya unggul perak dari Kabupaten Bandung yang mengoleksi 5 emas, 5 perak, 3 perunggu. Sementara itu pada posisi ketiga, Kabupaten Bekasi meraih 4 emas, 1 perak, 1 perunggu, diikuti Kota Bogor dengan 3 emas, 3 perak, 2 perunggu.
“Pelaksanaan berjalan lancar dan cukup kompetitif dengan perolehan medali yang ketat. Itu artinya pembinaan di daerah-daerah sudah merata, begitu juga regenerasi sudah berjalan,” kata Maman seusai pertandingan babak kualifikasi.
Namun, dia menyayangkan batalnya tiga daerah mengirimkan para atletnya untuk berkompetisi pada babak kualifikasi Porda. Akibatnya, para atlet ketiga daerah itu otomatis tidak akan bisa berpartisipasi pada putaran final Porda cabang angkat besi.
“Mundurnya Kota Banjar, Kota Cirebon, da Kabupaten Subang adalah hal yang mengecewakan pada babak kualifikasi ini. Biasanya, kualifikasi selalu diikuti oleh 27 pengcab anggota Pabbsi Jabar,” ujar Maman.
Pabbsi Jabar sudah rampung mengelar semua cabang olah raga di bawah pengelolaannya. Pada cabang angkat berat, Kota Tasikmalaya menjadi juara umum dengan raihan 3 emas dan 2 perunggu. Posisi kedua ditempati Kabupaten Kuningan dengan 2 emas dan 4 perak, diikuti Kabupaten Bekasi degan 2 emas, 3 perak, 1 perunggu.
Sementara itu, pada cabang bina raga, Kota Bandung menjadi juara umum dengan 3 emas dan 3 perak, diikuti Kota Bekasi dengan 2 emas dan 1 perunggu. Kota Cimahi ada di posisi ketiga dengan 1 emas, 3 perak, 1 perunggu. (B4)