Kota Tasikmalaya, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Subang Tuan Rumah Porda 2022

BANDUNG,- KONI Jawa Barat telah memutuskan bahwa tempat penyelenggaraan Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIV pada 2022 mendatang digelar di tiga tempat. Adalah Kota Tasikmalaya, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Subang.
Ketua Umum, KONI Jabar, Ahmad Saefudin mengatakan pemilihan tiga tempat dipilih berdasarkan berbagai aspek. Seperti kebijakan publik dalam pembinaan olah raga, integritas proses pengajuan, kapabilitas organisasi dan manajemen olah raga, kapabilitas organiasi dan manajemen pembinaan prestasi, kapabilitas manajemen persiapan Porda, hingga kapabilitas manajemen pascaporda.
“Keputusan setelah konsultasi, sudah komitmen, dipilih tiga daerah itu. Pemilihan ketiga daerah itu sangat realistis, ilmiah, tidak ada ukuran lain. Bukan karena kedekatan (KONI Jabar) dengan salah satu daerah, tapi terukur dari berbagai aspek,” ujar Ahmad dalam Rapat Anggota Tahunan KONI Jabar di Bandung, Rabu (5/9/2018).
Berdasarkan komponen-komponen penilaian tersebut, kata Ahmad, Kota Tasikmalaya menempati peringkat teratas dengan skor 367,15 diikuti Kabupaten Bandung Barat dengan nilai 337 dan Kabupaten Subang dengan poin 325,75.
Dalam penyelenggaraan pertandingan, Kota Tasikmalaya akan dibantu oleh lima kabupaten kota di wilayah Priangan Timur (Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis, hingga Banjar) yang juga akan menjadi arena.
Menurut Ahmad, aspek penilaian adalah elemen-elemen yang jadi tolok ukur suatu daerah punya kemampuan menyelenggarakan porda. Tim penilaian ini datang ke daerah-daerah yang mengajukan diri jadi tuan rumah.
“Bagaimanapun, setiap penyelenggaraan Porda adalah bagian penting dalam pembangunan wilayahnya, termasuk pembangunan pembinaan olah raga. Jadi kami juga tidak asal-asalan dalam menilai, tak mau serba  cepat, harus dikonsultasikan ke kepala daerah karena berkaitan relokasi anggaran, hal-hal lain, siapa tahu ada rancang bangun terintergarasi antara kabupaten kota dan provinsi,” katanya.
Ahmad berharap, penyelenggaraan Porda dengan konsep tuan rumah bersama ini akan memacu kutub-kutub pertumbuhan pembinaan prestasi dan penyebaran pembanguan infrastruktur olah raga secara merata. Diharapkan sentra-sentra olah raga tersebar dan masing-masing daerah punya spesialisasi cabang olah raga tertentu sesuai dengan infrastruktur olah raga yang dimiliki.
“Intinya bagaimana Porda ke depan bisa menjaga kesinambungan pembinaan atlet sekaligus pertumbuhan ekonomi. Pembangunan infrastruktur lebih merata, daerah-daerah tuan rumah menjadi daya tarik sekaligus menjadi kutub-kutub pertumbuhan atlet,” ujar Ahmad.
“Karena memang (jadi tuan rumah Porda) sangat menguntungkan dari berbagai aspek. Tapi kami juga tidak ingin pascaporda arena atau gedung venue itu mnejadi terbengkalai tak terawat,” pungkasnya. (B10)