Lanjutkan Misi Edwin Senjaya Perjuangan Pencak Silat Ke UNESCO

BANDUNG,- PENCAK Silat sebagai salah satu olah raga dan budaya asli Indonesia tentunya harus dijaga dengan baik, mengingat saat ini olah raga tersbut juga sedang di klaim oleh negara tetangga. Hal tersebut yang mendorong Edwin Senjaya untuk memperjuangkan agar  pencak silat bisa ditetapkan menjadi salah satu nominasi warisan budaya tak benda asal Indonesia oleh UNESCO.

Melalui Masyarakat Pencak Silat Indonesia (MASPI), saat ini mereka gencar melakukan bebagai kegiatan baik itu di Indonesia maupun mancanegara untuk memperkenalkan olah raga pencak silat agar semakin mendunia. Bahkan sebelumnya, Edwin dan rombongan beberapa perguruan yang tergabung di MASPI sempat diundang langsung untuk tampil di markas besar UNESCO di Paris, Prancis.

Edwin sendiri baru saja terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum Masyarakat Pencak Silat Indonesia (MASPI) periode 2018-2022, pada Musyawarah Besar (Mubes) II Masyarakat Pencak Silat Indonesia.

Di tengah-tengah kesibukannya sebagai Wail Ketua DPRD Kota Bandung, Ketua umum Pengprov Wushu Indonesia (WI) Jawa Barat, dan Ketua Bandung Fighting Club. Edwin selalu menyempatkan untuk mengikuti sosialisasi pencak silat bersama MASPI.

Saat ini MASPI sendiri sudah menyerahkan beragam syarat dan data, yang telah dikirimkan oleh MASPI ke markas besar UNESCO. Dengan demikian, diharapkan realisasi pencak silat ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak benda Indonesia oleh UNESCO pada tahun 2019 bisa segera terwujud.

“Syarat lainnya agar pencak silat diakui sebagai warisan budaya tak benda, kita sudah kirimkan data dokumentasi dan aspek adminsitrasi. Karena secara de facto, Indonesia meruapakan negara yang melahirkan pencak silat, dan ini merupakan salah satu upaya untuk mengangkat itu,”katanya.

Edwin mengatakan, MASPI juga telah mengirimkan timnya untuk mesosialisasikan pencak silat ke berbagai belahan dunia seperti Selandia Baru, Jerman, Dubai, Belanda, dan negara lainnya, dalam rangka memperkuat misi pencak silat bisa ditetapkan sebagai warisan budaya dunia tak benda Indonesia oleh UNESCO pada tahun 2019.

“Kita (MASPI) tidak bisa bekerja sendiri, sebabnya kita memerlukan kerja sama dengan semua unsur mulai dari paguron, komunitas,organisasi, praktisi, dan insan pencak silat termasuk IPSI, PPSI, HPSI,dan lainnya untuk mengawal,”ujarnya.

Setelah terpilih sebagai Ketua Umum MASPI, langkah pertama yang akan dilakukan oleh Edwin adalah membentuk organisasi yang lebih solid dan lebih baik, karena MASPI ingin menggali lebih dalam mengeai nilai-nilai luhur yang ada di pencak silat yang merupakan salah satu budaya leluhur bangsa.

“Target kita tentu pertama adalah konsolidasi dan restrukturisasi organisasi, karena MASPI belum lama usianya baru berdiri tahun 2015. Semantara saat ini kita ada berbagai misi besar yang harus di kawal, salah satunya adalah pencak silat goes to UNESCO,”ucapnya. (B2)