Musprov PBSI Jabar Berakhir Buntu

BEKASI,- Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jawa Barat yang digelar di Kota Bekasi, Kamis (4/1/2018) berakhir buntu. Agenda pemilihan ketua umum PBSI Jabar Periode 2018-2022 harus diskorsing dengan batas waktu yang tidak ditentukan lantaran tidak tercapai kata mufakat di antara dua kubu calon ketua.
“Jadi ini bukan deadlock, tapi diskors dulu untuk menjaga keutuhan Jabar karena ada beberapa perbedan penafsiran dan cara pandang. Teman-teman semua sepakat skorsing sambil meminta petunjuk PB PBSI pusat kelanjutannya bagaimana,” ujar Pimpinan Sidang Musprov Muhammad Syahroni saat ditemui seusai acara di Hotel Merapi Merbabu Kota Bekasi.
Syahroni yang juga Ketua PBSI Kota Bekasi itu mengatakan, dalam sidang pemilihan ketua kemarin, kandidat sudah mengerucut ke tiga nama. Mereka adalah Taufik Hidayat dan Akhmad Wiyagus yang merupakan dua di antara 11 calon hasil tim penjaringan, kemudian Yudi Diharja yang namanya muncul di forum sebagai aspirasi sejumlah pengkot/pengkab pada saat sidang musprov.
Syahroni mengatakan, skorsing disepakati oleh para utusan pengkot/pengkab peserta sidang lantaran kubu Taufik Hidayat dan Yudi Diharja yang hadir di sidang tidak mencapai titik temu meskipun sudah bertemu dalam dua kali kesempatan lobi untuk bernegosiasi.
“Dalam proses pengambilan keputusan musprov, kita tetap mengedepankan musyawarah mufakat, dan ini hasilnya (diskorsing). Kita tidak memprioritaskan kemenangan siapapun dalam proses ini, cari solusi via lobi-lobi antara dua (Taufik dan Yudi) karena Pak Wiyagus belum sampai. Ternyata hasilnya belum maksimal. Diskorsing ini bagian dari lobi kita bagaimana beberapa hari ke depan supaya nanti dilanjutkan bisa elegan dan berakhir baik,” ujar Syahroni.
Subid Organisasi dan Tata Laksana PBSI pusat Topan Indra Karsa berharap, penundaan sidang pemilihan ketua PBSI Jabar tidak berlarut-larut. Menurut dia, Musprov PBSI Jabar diharapkan bisa diupayakan rampung sesegera mungkin.
“Jadi ini hanya penundaan, tenggat waktunya tergantung kesepakatan-kesepakatan peserta. Tapi diusahakan dalam beberapa waktu ini selesai,” kata Topan.
Menurut dia, dalam rapat perlu ada kesepahaman dan kesepakatan. Namun, dua hal itu belum tercapai pada musprov PBSI Jabar kemarin.
“Jadi akhirnya sepakat ditunda,” kata Topan.
Sementara itu, salah seorang peserta musprov, yakni Plt Ketua PBSI Kota Bandung Gun Gun Germania menyayangkan musprov harus berlangsung berkepanjangan karena skorsing. Menurut dia, andaikan mekanisme voting dilakukan untuk memilih ketua, musprov akan rampung sesuai jadwal. Siapapun ketua baru yang terpilih dari hasil voting ke-14 pemegang hak suara, pasti diterima semua peserta, “Calon sudah ada tiga, yakni Taufik Hidayat, Akhmad Wiyagus, dan tambahan yang dimunculkan forum, yakni Yudi Diharja.
Ini (skorsing) terjadi karena salah satunya tidak dilakukan voting (dalam pemilihan ketua) setelah lobi berjalan buntu. Kalau saja voting dilakukan, tidak akan berkepanjangan. Semua peserta sudah dewasa dan berpengalaman dalam berorganisasi, saya (mewakili PBSI Kota Bandung) sebagai peninjau (karena tidak punya hak suara), yakin apapun hasil voting akan diterima forum. Siapapun pemenangnya pasti akan diterima,” ujar Gun Gun. (B4)