Pada Porda XIII/2018 Cimahi Berambisi Memperbaiki Peringkat Prestasi Olahraga Di Jawa Barat

BANDUNG,- Pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII Jawa Barat tahun 2018, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cimahi berencana memperbaiki posisi prestasinya ke papan tengah. Seperti diketahui pada Porda XII tahun 2014, Kota Cimahi hanya mampu menempati peringkat ke-22 dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cimahi Trenggono menegaskan, pada Porda tahun ini pihaknya telah menargetkan untuk menempati posisi ke-15 dengan target medali sebanyak 15 keping emas.

“Pada Porda XII Tahun 2014 dulu kita finish di Peringkat 22, dengan raihan 5 (lima) medali emas. Sekarang target kami berada15 besar, mudah-mudahan ini bisa diterealisasi mengingat kami sudah melakukan persiapan yang cukup panjang,” ungkap Trenggono saat dijumpai di Sekretariat KONI Kota Cimahi, Kota Mas Jalan Kolonel Masturi, Kota Cimahi,

Untuk merealisasikan targetnya di Porda XIII ia mengaku akan menerjunkan sebanyak 340 atlet untuk dipertandingkan di 41 cabang olahraga (cabor). “Untuk jumlah keseluruhan tim Porda Kota Cimahi kurang lebih ada 500 orang, 340 diantaranya adalah atlet sedangkan sisanya merupakan pelatih dan official,”jelasnya

Dengan jumlah pengiriman atlet sebanyak itu, menurutnya itu merupakan jumlah terbanyak selama Kota Cimahi mengikuti Porda.”Ini merupakan jumlah terbesar selama Cimahi mengikuti Porda, terlebih sejak tahun 2003,” katanya.

Adapun cabang olahraga (cabor) yang dipredikai bisa menyumbangkan medali bagi KotaCimahi dikatakan terdapat dicabor, tinju, taekwondo, tarung derajat, catur , dayung, senam dan panahan.

“Untuk cabor yang menjadi andalan kita di Porda diantaranya ada di tinju, taekwondo, tarung derajat, catur, dayung, senam dan panahan, pada beberapa cabor itu kita yakin bisa mendapatkan medali. Apabila target melebihi ekspektasi kita tentu itu bonus bagi Kota Cimahi, harapannya kita bisa lebih,” ujarnya.

Lebih lanjut dalam segi persiapan pihaknya mengaku tengah berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan fasilitas latihan, pasalnya ada beberapa cabor yang masih melakukan sentralisasi diluar Kota Cimahi misalnya senam dan dayung.

“Tetap semaksimal mungkin kita dorong agar seluruh atlet tetap melakukan latihan. Kita memang terbatas (tempat latihan), tapi dimaksimalkan di tempat yang ada,” ujarnya.

Kendati demikian, secara keseluruhan para atlet asal Cimahi susah dinyatakan siap untuk bertanding. Pasalnya, persiapan dan pelatihan sudah dilakukan semaksimal mungkin. Meski tak ada Training Center (TC) khusus, dirinya tetap optimis para atlet Cimahi mampu berprestasi pada Porda nanti. (B3)