PASI Jabar 2017-2021 Bertekad Kembalikan Kejayaan Atletik Jabar

BANDUNG,- Di sela-sela pelaksanaan babak kualifikasi Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XIII cabang olahraga atletik di lintasan Atletik SPOrT Jabar, Arcamanik, Sabtu (11/11/2017)‎, digelar pula pelantikan pengurus provinsi (Pengprov) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Jabar periode 2017-2021. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan PB PASI, Boedi Darma Sidi mewakili Ketua Umum PB PASI, Mohammad Bob Hasan.
Ketua Umum Pengprov PASI Jabar, Yusuf menuturkan, pelantikan sendiri digelar terlambat karena banyaknya kegiatan yang lebih diprioritaskan. Mulai dari pengiriman atlet ke Kejurnas Junior, rekrutment atlet ke daerah hingga persiapan babak kualifikasi.
“Jadi usai terbentuk kepengurusan, kita langsung bergerak untuk membentuk atlet masa depan Jabar dan ‎sekarang kita sudah miliki atlet hingga lapis tiga. Kenapa saya lakukan pelantikan berbarengan dengan babak kualifikasi, agar semua atlet mengetahui siapa pengurusnya dan pengurus pun bisa tahu secara langsung atlet-atletnya,” ujar Yusuf usai pelantikan Pengprov PASI Jabar 2017-2021 di lintasan Atletik SPOrT Jabar, Arcamanik, Sabtu (11/11/2017).
Pada kepengurusan kali ini, Yusuf bertekad untuk mencetak atlet PASI Jabar yang tidak hanya berprestasi di level nasinal namun juga di level internasional. Pihaknya pun mengakui jika saat ini prestasi atletik Jabar mengalami penurunan dibanding provinsi lain.
“Untuk itu kita sudah meminta saran dari PB PASI serta mela‎kukan evaluasi untuk meningkatkan prestasi Jabar lebih baik ke depan. Dan dalam waktu dekat, kita akan gelar beberapa kegiatan untuk memotivasi dan memberi semangat atlet berlatih. Salah satunya menggelar Gubernur Jabar Cup, Kejuaraan Antar Sekolah, hingga pengiriman atlet ke Kejurnas,” terangnya.
Ketua Bidang Penelitian dan Pengembangan PB PASI, Boedi Darma Sidi menuturkan, dengan kemajuan teknolgi pembinaan olahraga saat ini, atletik bukan lagi menjadi olahraga yang ringan namun membutuhkan latihan yang keras‎. Untuk itu, diperlukan sebuah kompetisi sejak dini sehingga banyak ‎atlet usia dini yang terjaring.
“Diperlukan juga scouting atlet sampai ke daerah-daerah dan kejuaraan tidak hanya digelar di pusat kota saja tapi hingga ke pelosok. Pelatihan dasar atlet pun harus benar karena dalam pelatihan ‎atletik itu, atlet yang baik harus punya saraf motorik yang lengkap dan itu terbentuk sampai usia 12 tahun. Itulah kenapa dibutuhkan kejuaraan sejak usia dini,” tambah Boedi.
‎Dengan banyaknya perlombaan sejak usia dini, pelaksanaan talent scouting, hingga pelatihan dasar yang baik‎, dirinya pun yakin jika Jabar bisa kembali menjadi barometer olahraga atletik di nasional. ‎Pasalnya, bibit potensial atlet usia dini di Jabar sangat melimpah dan bisa didapat dengan aktif mencari di pelosok daerah.
“Saat ini yang aktif mencari atlet potensial dari pelosok Jabar itu yakni Kabupaten Kuningan. Atlet tersebut dibina dengan baik melalui pemusatan latihan di kota ditabah dengan komitmen pemerintah daerah yang tinggi. Dan itulah kenapa banyak atlet nasional lahir dari Kabupaten Kuningan. Ini pun harus bisa dikembangkan di Jabar,” pungkasnya. (B3)