Pengprov Jujitsu Indonesia Jabar Segera Lantik 17 Pengcab

BANDUNG,- Pengurus Provinsi Jujitsu Indonesia Jawa Barat segera melantik kepengurusan cabang di 17 kabupaten kota di Jawa Barat. Pelantikan kepengurusan di daerah menjadi salah satu upaya mempromosikan jujitsu sekaligus mengakomodasi pembinaan atlet di daerah.

“Pelantikan akan segera dilakukan secara bergiliran. Kami berharap, olah raga jujitsu ini bisa makin memasyarakat. Kepengurusan di daerah juga diharapkan dapat melancarkan pembinaan atlet jujitsu di daerah. Dan bukan hanya di 17 daerah, nanti akan kami upayakan agar terus bertambah sehinggaa kepengurusan jujitsu ada di semua kabupaten kota di Jabar,” ujar Ketua Umum Pengprov JI Jabar Mulyana di Sekretariat PBJI Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (7/3/2018).
Penambahan kepengurusan di daerah merupakan salah satu program prioritas JI Jabar setelah resmi diterima KONI Jabar Oktober lalu. Selain itu, kata Mulyana, JI Jabar juga akan berupaya untuk menyelenggarakan kejuaraan secara reguler untuk menguji hasil pembinaan atlet-atlet di daerah.
Pada pertengahan Februari lalu, JI Jabar baru saja menggelar edisi perdana  West Java Open Jujitsu Championship I ‘Piala Kapolda Jabar’.
Diikuti lebih dari 300 peserta dari puluhan perguruan, kejuaraan ini menampilkan perguruan Jujitsu Earth Jakarta sebagai peraih gelar juara umum dengan 15 medali emas, 15 perak, dan 6 perunggu sekaligus berhak menerima trofi Piala Kapolda Jabar. Sementara itu, Kabupaten Bandung Barat  berada di peringkat dua perolehan medali dan berhak Piala Ketua Pengprov JI Jabar.
“Dari penyelenggaraan kejuaraan yang kompetitif ini kami lihat banyak atlet-atlet potensial. Kami harap mereka bisa terus dibina supaya yang kelak bisa mengharumkan prestasi Indonesia pada cabang olah raga jujitsu, baik di SEA Games, Asian Games maupun kejuaraan internasional lainnya,” ujar Mulyana.
Mulyana mengatakan, meski baru menggelar kejuaraan level provinsi untuk pertama kalinya, Jujisu Jabar sudah mampu menunjukkan kerja sama cukup solid sehingga bisa menggelar kejuaraan yang dengan antusias diikuti perguruan maupun pengkab/pengkot.
“Selain untuk peningkatan kualitas atlet, kejuaraan juga  penting untuk mempersolid pengurus sehingga ke depan bisa langsung bekoordinasi dengan baik ketika akan membuat kejuaraan sejenis atau bahkan yang lebih besar skalanya,” kata Mulyana.
Dia mengatakan, kejuaraan daerah selevel Piala Kapolda Jabar akan rutin digelar. Jadwal reguler tersebut bertujuan agar pengembangan kualitas atlet jujitsu bisa terus berjalan.
“Pembinaan akan terus kita lakukan, baik untuk atlet, pelatih, maupun wasit agar bisa terus meningkatkan kualitasnya. Minimal, kami akan membuat satu kejurda dalam setahun, tapi mungkin juga lebih,” tutur Mulyana. (B4)