Persaingan Porda ketat, Taekwondo Tambah Menu Latihan Selama Ramadhan

BANDUNG,- Aktivitas ibadah puasa tidak mengendurkan program tim pemusatan latihan cabang taekwondo Kota Bandung untuk Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat XIII/2018 di Kabupaten Bogor. Tanpa pengurangan porsi latihan secara signifikan, tim pelatcab taekwondo Kota Bandung justru bakal segera menggelar program latihan instensif lima hari dalam sepekan.
“Pada pekan pertama puasa ini kami latihan Selasa dan Jumat malam setelah buka puasa, plus Sabtu sore menjelang buka pusa. Namun kami sudah mengajukan untuk menambah frekuensi latihan dengan berlatih setiap Senin sampai Jumat malam di GOR KONI Kota Bandung,” ujar Sekretaris Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia (TI) Kota Bandung Dedi Heryadi di Sekretariat TI Kota Bandung, Jalan Terusan Jakarta, Kota Bandung.
Dia mengatakan, konsistensi dalam proses pembentukan performa atlet menuju grafik terbaik harus diupayakan mengingat cabang olah raga taekwondo bakal menghadirkan persaingan sangat kompetitifn terutama dengan tuan rumah Kabupaten Bogor. Dedi menilai, dengan target ambisius untuk menjadi juara umum Porda Jawa Barat XIII/2018, Kabupaten Bogor akan berusaha untuk merajai setiap cabor, termasuk taekwondo.
“Pada babak kualifikasi sudah tergambar, persaingan ketat akan terjadi dengan Kota Bogor.  Sama seperti Kota Bandung, mereka punya atlet-atlet potensial,” kata Dedi.
Pada babak kualifikasi yang digelar akhir tahun lalu, Kabupaten Bogor memamerkan dominasi dengan raupan 7 emas. Sementara itu, tim taekwondo Kota Bandung lolos ke Porda sebagai peringkat dua babak kualifikasi dengan torehan 4 emas, 6 perak, dan 6 perunggu.
Namun Dedi optimistis, Kota Bandung akan mampu tampil lebih baik pada putaran final Porda nanti. Apalagi, sejumlah atlet Kota Bandung saat ini juga ditempa melalui program latihan di luar negeri.
“Axel Rizki, Wulan Kusuma, dan Rachmania (nomor poomsae) sedang berlatih di Korea Selatan, mereka juga akan menjalani tryout di sana,” ujar Dedi.
Selain para atlet yang tengah berlatih di Korea Selatan, tim Kota Bandung juga akan bertumpu pada atlet-atlet peraih medali emas PON seperti Megawati Tamesti Maneswari, Mochamad Rizaldi Hasibuan, Bintang Bagastian Nugraha, dan peraih medali perak Annisa Chintya (kyorugi).
Dedi memprediksi, persaingan dengan Kabupaten Bogor akan berlangsunbg ketat layaknya pada Porda XII/2014 di Kabupaten Bekasi. Saat itu, Kota Bandung meraih juara umum taekwondo dengan koleksi lima medali emas. Raihan medali emas Kota Bandung sama dengan Kabupaten Bogor, namun unggul dalam perolehan medali perak.
“Kami akan sekuat tenaga mempertahankan gelar juara umum taekwondo dengaan raihan 5 sampai 6 emas. Jadi program persiapan melalui latihan akan kami maksimalkan, termasuk sepanjang bulan puasa ini,” ujar Dedi.
Selain program latihan reguler, kata Dedi, pihaknya juga sudah merancang rangkaian pertandinganuji coba baik ke luar daerah, bahkan ke luar negeri. Dia berharap, program persiapan melalui latihan dan rangkaian uji coba itu dapat memacu performa teknik dan fisik atlet Kota Bandung ke grafik terbaiknya pada putaran final Porda nanti.
“Target KONI Kota Bandung boleh saja tidak juara umum Porda. Namun kami tetap membidik juara umum taekwondo,” ujar Dedi. (B10)