Persiapan PON, KONI Jabar Belanja Masalah Ke Daerah

BEKASI,- Mempertahankan gelar juara pada PON XX/2020 di Papua menjadi misi besar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat. Menginventarisasi masalah dan menyolidkan koordinasi dengan mengunjungi KONI daerah maupun pengurus provinsi cabang olah raga menjadi bagian persiapan KONI Jabar untuk merealisasikan misi tersebut.
“Dalam kunjungan ini, selain silaturahmi dan menyosialisasikan hasil RAT (Rapat Anggota Tahunan), kami juga serap keluhan dari kota/kabupaten. Intinya saya belanja masalah. Nanti Kita bandingkan dengan daerah lain. Masih ada simpul yang tidak berjalan dengan baik di beberapa daerah dan ini jadi bahan sharing bagi kita sebagai pengelola tertinggi, mana yang baik dan belum baik, mana yang sudah dilaksanakan ‎dan mana yang tidak,” ujar Ketua KONI Jabar Ahmad Saefudin seusai pertemuan dengan pengurus KONI sejumlah daerah di Hotel Aston Kota Bekasi, Kamis (4/1/2017).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh pengurus KONI Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Karawang.
Ahmad mengatakan, pertemuan dengan pengurus KONI daerah menjadi salah satu program prioritas pada 2018. Selain untuk menyosialisasikan hasil RAT 2017, pertemuan dengan KONI daerah juga untuk menjalin kesepahaman dan komitmen dalam pembinaan keolahragaan melalui program-program pembinaan yang dilakukan di daerah.
Daerah memiliki pengcab serta klub yang menjadi ujung tombak pembinaan olah raga.
“Untuk itu semuanya harus clear dan dipahami terkait pembinaan keolahragaan ke depan sesuai komitmen bersama pada RAT. Kalau pengcab cabor sudah baik lalu KONI sehat secara organisasi maka porda jabar kedepan itu sudah pasti akan menjadi ‎bagian terpenting untuk menyiasati penyiapan pelatda PON, itu yang paling pokok, integrasi antara pengcab dan KONI daerah, dan koni jabar, harus sinkron,” kata Ahmad.
Menurut dia ada respons positif dan antusiasme dari para pengurus KONI daerah pada kunjungan pertama tersebut. Rangkaian pertemuan, kata Ahmad akan digelar secara rutin di daerah lain dengan sistem zonasi, yakni di wilayah Cirebon, Tasikmalaya, dan Bogor.
“Sekarang KONI daerah dulu, lalu kita lanjutkan ke Pengprov-pengprov cabor. Masukan dari Pengprov akan kita sampaikan lagi ke KONI daerah setiap enam bulan sekali. Jadi dalam satu tahun itu, kita akan bahas lagi dalam sebuah saresehan bagaimana penguatan kita menghadapi PON, itu tujuan akhirnya,” ujar Ahmad.
Program sosialisasi dan silaturahmi KONI Jabar ke daerah ini diapresiasi oleh KONI daerah. Ketua KONI Kabupaten Bekasi Romli menilai, bukan sekadar silaturahmi, banyak hal yang didapat dari pertemuan dengan jajaran pengurus KONI Jabar tersebut
“Ini hal luar biasa karena seluruh unsur pimpinan KONI Jabar bisa hadir ditambah dengan rekan-rekan dari KONI daerah lain. Kita bisa bertukar pikiran tentang masalah-masalah yang dihadapi di daerah dalam hal pembinaan olah raga, khususnya sekarang, bagaimana kesiapan dan masalah di daerah menghadapi Porda Jabar,” ujar Romli.
Menurut dia, pertemuan tersebut juga membuka kesempatan bagi daerah untuk mendapatkan keterangan langsung dari pengurus teras KONI Jabar ihwal batasan usia, nomor, hingga cabor yang dipertandingkan di Porda Jabar XIII.
“Kalau soal kendala dalam pembinaan, lebih ke ketersediaan sarana prasarana. Tanpa ada sarana prasarana memadai, tidak akan berjalan pembinaan. Bukan hanya GOR tapi tempat latihan. Kami juga akan usulkan juga ke Pemkab untuk bantu pengadaan sarana prasarana bagi pembinaan,” kata Romli. (B4)