POBSI Jabar Akhiri Dualisme BK Porda

BANDUNG,- Pengurus Provinsi Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Jawa Barat memastikan telah menyelesaikan polemik dualisme hasil babak kualifikasi Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII/2018 Jawa Barat.
Ketua Umum Pengprov POBSI Jabar Rudi Rudolfus Y.B Kadarisman menegaskan, putaran final Porda Jabar cabang olah raga biliar akan diikuti oleh seluruh atlet yang telah melalui babak kualifikasi, baik yang digelar di Kota Bekasi maupun di Kabupaten Cirebon.
“Dengan dimediasi KONI Jabar, kami sudah melakukan konsolidasi dan menghasilkan keputusan atas dasar musyawarah untuk menyelesaikan dualisme babak kualifikasi Porda. Hasilnya dua BK itu digabung. Jadi Porda nanti akan menggunakan bagan 32 untuk memfasilitasi hasil BK di Kota Bekasi  dan hasil BK Cirebon,” ujar Rudi seusai acara pelantikan jajaran pengurus POBSI Jabar periode 2018-2022 di Hotel Topas, Jalan Dr. Djundjunan, Kota Bandung.
Menurut dia, konsekuensi penerapan 32 bagan peserta pada setiap nomor pertandingan biliar Porda adalah potensi banyaknya slot kosong pada bagan. Menurut dia, kondisi tersebut akan diatasi dengan penerapan sistem bye atau wild card secara selektif kepada peserta dengan parameter yang jelas.
“Bagaimanapun bagan harus 32, karena itu jalan keluar dari dualisme BK, yakni dengan penggabungan supaya banyak atlet bisa terlibat. Memang, kemungkinan pada nomor-nomor tertentu ada yang pesertanya kurang untuk bagan 32 itu karena tidak semua nomor jumlah pesertanya mencukupi untuk bagan tersebut. Itu yang harus diatasi dengan penerapan bye atau wild card,” ujar Rudi.
Dia mengatakan, putaran final Porda akan melibatkan sedikitnya 203 atlet dari 25 pengurus cabang POBSI kabupaten kota di Jabar. Para atlet akan bersaing untuk memperebutkan 25 medali emas pada 25 nomor yang digelar.
Ke-25 nomor tersebut mencakup tiga divisi, yakni 16 nomor pool putra putri, 3 nomor karom, dan 6 nomor snooker.
Rangkaian pertandingan biliar Porda XIII akan digelar di Darmawan Park Sentul Bogor mulai 4-14 Oktober 2018.
Selain penyelenggaraan Porda, Rudi mengatakan kepengurusan POBSI di bawah kepemimpinannya juga akan fokus menjalankan program yang sudah dirancang, membenahi sistem organisasi, dan melakukan pembinaan prestasi dalam upaya regenerasi atlet.
“Tanggung jawab lebih besar setelah dilantik. Kesuksesan penyelenggaraan Porda menjadi prioritas. Selain itu, kami akan berupaya mewujudkan prestasi olah raga biliar di Jabar, meluangkan waktu tenaga pikiran untuk melaksanakan tugas dan kewajiban,” ujar Rudi. (B10)