Poomsae Taekwondo Kota Bandung Diproyeksikan Dongkrak Raihan Medali

BANDUNG,- Nomor kyorugi (duel) menjadi tumpuan tim taekwondo Kota Bandung dalam misi mempertahankan gelar juara umum taekwondo pada Porda XIII Jawa Barat di Kabupaten Bogor. Namun nomor poomsae (jurus) juga diproyeksikan mendongkrak raihan medali Kota Bandung pada pesta olah raga antarkabupaten kota di Jawa Barat itu.
“Sesuai arahan KONI Kota Bandung, semua cabor ditargetkan meraih sebanyak mungkin medali emas dan jadi juara umum. Kami juga akan memaksimalkan raihan medali, baik dari nomor kyorugi maupun poomsae dengan atlet-atlet potensial yang dimiliki Kota Bandung,” ujar Sekretaris Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia Kota Bandung Dedi Heryadi.
Tim taekwonfo Kota Bandung saat ini menjalani pemusatan latihan terakhir di GOR KONI Jawa Barat, Jalan Pajajaran, Kota Bandung yang akan berlangsung hingga Rabu (3/10/2018).
Pada putaran final Porda di Kabupaten Bogor, tim taekwondo Kota Bandung  akan berkompetisi pada 14 kelas (dari total 16 kelas) pada nomor kyorugi (duel) dan lima kelas poomsae (100 persen).
Dedi mengatakan, selain dari nomor kyorugi, optimisme juga datang dari nomor poomsae yang diperkuat atlet-atlet peraih medali PON hingga eks tim Asian Games.
Capaian pada babak kualifikasi Porda juga dinilai sebagai parameter lesiapan Kota Bandung untuk bersaing. Pada babak kualifikasi yang digelar GOR Bima Kota Cirebon, Oktober tahun lalu tim Kota Bandung mampu meraup 4 medali emas, 6 perak, dan 6 perunggu sehingga menempati peringkat dua, di bawah Kabupaten Bogor yang meraup total 7 medali emas.
Dua medali emas dipersembahkan tim putra-putri Kota Bandung yang memborong juara nomor poomsae beregu. Sejumlah atlet poomsae Kota Bandung juga menurut dia kemampuannya makin meningkat setelah ditempa melalui program latihan di luar negeri dan meraih gelar juara pada ajang uji coba.
“Ada harapan besar untuk Porda 2018. Pak Sepranadja (Ketua TI Kota Bandung) menegaskan taekwondo siap bersaing di Porda Kabupaten Bogor. Dengan dukungan segala aspek mulai dari sarana prasarana, pendanaan, dan psikologis, kami akan berjuang untuk meraih sebanyak mungkin medali emas dan mempertahankan gelar juara umum taekwondo,” kata Dedi.
Dia menilai, persaingan sengit pada babak kualifikasi antara Kota Bandung dan Kabupaten Bogor berpotensi menular ke putaran final Porda. Apalagi sejak Porda edisi sebelumnya di Kabupaten Bekasi, Kota Bandung dan Kabupaten Bogor sudah bersaing ketat.
Kota Bandung adalah pemegang gelar juara umum taekwondo pada Porda 2014 di Kabupaten Bekasi dengan torehan lima emas. Koleksi medali emas Kota Bandung saat itu sama dengan perolehan Kabupaten Bogor. Namun, Kota Bandung unggul dalam perolehan medali perak. (B10)