Porda Harus Jadi Puncak Prestasi Olahraga Jabar Menuju PON 2020

BANDUNG,- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat sudah menentukan jumlah cabang olahraga yang akan dipertandingkan di ajang Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jabar XIII/2018 di Kabupaten Bogor. Berdasarkan surat keputusan yang dikeluarkan KONI Jabar, sebanyak 56 cabang olahraga sudah ditetapkan dipertandingkan di ajang multieven olahraga tingkat Jabar tersebut.

“Untuk Porda Jabar XIII, kita sudah pastikan sebanyak 56 cabang olahraga dipertandingkan. Saya sudah keluarkan surat keputusannya,” ujar Ketua Umum KONI Jabar, Ahmad Saefudin saat ditemui di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Kamis (22/6/2017).

Penentuan cabang olahraga tersebut, lanjut Ahmad, kembali kepada kesiapan pihak penyelenggara atau tuan rumah. Sebelumnya, tuan rumah Kabupaten Bogor hanya siap untuk menggelar sebanyak 45 cabang olahraga pada Porda Jabar XIII/2018.

“Untuk itu, karena kita sudah tetapkan 56 cabang olahraga maka ada yang digelar diluar Kabupaten Bogor. Seperti ada yang di Kota Cimahi, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bandung, hingga Kota Bandung,” terangnya.

Hal ini, lanjut Ahmad, akan menjadi miniatur untuk pelaksanaan ajang Porda Jabar kedepan yang tidak hanya digelar di satu lokai. Namun gelaran Porda Jabar kedepan, bisa digelar secara bersamaan dan bergantian di empat rayon mulai dari timur, barat, tengah dan sebagainya.

“Dengan demikian, beban penyelenggara nanti tidak jadi berat, dan tidak hanya omongan uang besar tandap ada hasilnya. Melalui Porda ini, anyak kepentingan yang harus kita dibangun. Mulai dari prestasinya, wilayahnya, hingga manusia di dalamnya. Karena salah satu komponen pembangunan itu kan sumber daya manusia, dan olahraga itu membangun SDM. Jadi sudah tepat lah,” tuturnya.

Pelaksanaan Porda Jabar XIII/2018 sendiri, diakui Ahmad merupakan miniatur pembinaan prestasi untuk persiapan menuju gelaran Pekan Olahgraga Nasional (PON_ XX tahun 2020 mendatang. Dengan demikian, puncak prestasi olahraga tertinggi di Jabar tersebut yakni lahir dari ajang Porda Jabar.

“Kalau Porda itu bisa melahirkan rekor nasional, atlet potensial untuk nasional, kemudian hadirnya atlet junior, maka itu menyatakan otentifikasi pembinaan dilaksanakan. Untuk itu, pengelolaan Porda pun harus benar dan tidak hanya gugur kewajiban saja,” tegasnya. (B3)