PORDA Sebagai Ajang Monitor Pemain Untuk PON XX Papua 2020

BANDUNG,- Pekan Olahraga Daerah (Porda) XIII yang akan dilaksanakan di Kabupaten Bogor Oktober ini akan dijadikan ajang untuk memonitor para pemain rerbaik yang akan masuk dalam skuad PSSI menghadapi PON XX Papua 2020 mendatang.
Hal tersebut ditegaskan Sekretaris Jenderal Asprov PSSI Jabar Dedi Permana belum lama ini dalam sebuah kegiatan Kongkres PSSI Jabar 2018 di Jalan Lodaya.
Saat ini katanya, hasil babak kualifikasi yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, sudah tercatat 12 tim berhasil lolos bertanding di Porda mendatang di Kabupaten Bogor.
Semua tim yang lolos masih kata Sekjen PSSI Jabar ini, merupakan yang terbaik.
“Saya yakin yang lolos babak kualifikasi adalah tim yang terbaik. Dengan artian bahwa mereka memiliki materi pemain yang sangat bagus dengan tehnik diatas rata- rata. Jadi tidak dapat dipungkiri kalau secara materi pemain, inilah yang menjadi monitoring kami,” jelas Dedi.
Asprov PSSI sendiri akan membentuk tim yang bertugas melakukan monitor pada perhelatan Porda nanti. Sehingga diharapkan betul tim mampu melakukan tugasnya dan kepercayaan yang diberikan untuk merekomendasikan pemain yang akan dibina.
“Pada PON mendatang di Papua, kita tidak bisa main-main. Posisi kita adalah mempertahankan medali emas PON. Sangat berat memang. Tapi, dengan kerjasama semua pihak, saya yakin, Jawa Barat dapat menpertahankan juara sekaligus medali emasnya,” kata Dedi sangat yakin.
Disinggung soal posisi pelatih untuk mendampingi tim PON mendatang, Dedi enggan menyebutkannya.
“Semua masih kami data. Beberapa nama sudah masuk ke PSSI termasuk nama pelatih yang sukses mengantarkan Jabar merebut medali emas pada PON lalu di Jawa Barat,” jelas Dedi.
Semua pihak diharapkan Dedi untuk bersabar terkait pelatih yang akan mengarsiteki tim PON Jabar Papua nanti.
“Sabar saja dulu. Nanti juga akan kami umumkan siapa pelatih tim PON Jabar nanti. Toh Porda juga belum dimulai,” katanya. (B9)