Puluhan Atlet Dipastikan Tereliminasi

BANDUNG,- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bandung masih akan merampingkan tim pemusatan latihan cabang yang dipersiapkan berlaga pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) Jawa Barat (Jabar) XIII/2018 di Kabupaten Bogor.
Puluhan atlet dipastikan tereliminasi demi menekan jumlah atlet yang yang diproyeksikan tidak akna meraih medali.
“Masih akan ada pengurangan atlet. Saat ini, jumlah atlet Pelatcab masih 977 atlet dengan proyeksi peraih medali pada angka 600-an, jadi masih banyak yang diproyeksikan tidak dapat medali. Dengan demikian, perlu dilakukan seleksi lagi,” ujar Ketua KONI Kota Bandung Aan Johana di sela-sela rapat koordinasi bersama para pengurus cabang olah raga di Sekretariat KONI Kota Bandung, Jalan Terusan Jakarta, Minggu (22/7/2018).
Aan mengatakan, KONI Kota Bandung berupaya menekan jumlah atlet yang nonperaih medali. Jumlah atlet tanpa proyeksi medali, kata Aan, diharapkan atas di angka 5 persen dari tim inti Porda.
“Kami tidak ingin seperti pada Porda sebelumnya, yang tidak meraih medali sampai 200 atlet, terlalu banyak. Jadi kami akan susutkan lagi melalui tes seleksi  atau mekanisme internal dari masing-masing pengurus cabor,” ujar Aan.
Dia mengatakan, tim inti Kota Bandung untuk Porda XIII secara resmi akan dikukuhkan pada awal Agustus mendatang atau sebelum  pnyambutan Asian Games. Dari sisi target, kata Aan, KONI Kota Bandung masih menetapkan angka 174 medali emas pada Porda di Kabupaten Bogor.
“Namun target masih mungkin berubah. Kami akan undang para pengurus cabor untuk verifikasi ulang proyeksi peraihan medali,” kata Aan.
Dia menambahkan, KONi Kota Bannung juga akan segera menyalurkan bantuan dana untuk pelaksanaan uji coba maupun subsidi pengadaan perlengkapan bagi cabang olah raga. Namun, alokasi bantuian untuk masing-masing cabang olah raga akan berbeda-beda berdasarkan sejumlah parameter yang dipertimbangkan.
“Dilihat dari sisi proyeksi perolehan medali misalnya, pasti berbeda kebutuhan masing-masing cabor. Belum lagi ada sejumlah cabor yang perlengkapannya hanya impor dan harganya mahal. Beberapa faktor dipertimbangkan dalam penyaluran alokasi bantuan ini, secara teknis nanti oleh bidang pembinaan prestasi. Yang pasti, bantuan itu akan didistribusikan sebelum pengukuhan,” ujar Aan.
Dalam kesempatan tersebut, Aan juga menyampaikan ungkapan duka cita atas meninggalnya atlet loncat Indah Kota Bandung yang juga merupakan atlet nasional Akhmad Sukran Jamjami. Prestasi Akhmad pada cabor loncat indah cukup mengesankan.
Memperkuat Indonesia di ajang SEA Games sejak 1992, Akhmad telah mengumpulkan 2 perak dan 4 perunggu pada nomor andalannya, yakni papan 3 M (perorangan dan synchronized). Peraih dua medali emas PON XIX Jabar itu meninggal dunia pada usia 36 tahun karena serangan jantung pada Sabtu (21/7/2018) malam.
“Beliau atlet dnegan prestasi luar biasa,baik untuk Kota BAdnung, Jawa BArat, dan Indonesia. Kami sangat berduka sekaligus kaget karena terjadi tiba-tiba. Apalagi yang brsangkutan sehat-sehat saja sebelumnya. Tapi ini sudah kehendak Allah, saya turut berduka cita. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya oleh Allah Swt dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Saya juga berharap kepergian Akhmad dijadikan motivasi oleh atlet-atlet Kota Bandung khususnya untuk melanjutkan prestasi Akhmad,” kata Aan. (B2)