Raih 7 Emas di Piala Mendagri 2018, FORKI Jabar Optimis Tatap PON XX

BANDUNG,- Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Jawa Barat masih optimistis bisa mempertahankan gelar juara umum di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020 di Papua. Meski demikian, Pengprov FORKI Jabar tetap mewaspadai kebangkitan daerah lain salah satunya Sulawesi Selatan (Sulsel).
Wakil Ketua II Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengprov FORKI Jabar, Arif Hardiana menuturkan, keoptimistis‎an tersebut muncul setelah karateka Jabar berhasil mencetak prestasi di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Piala Mendagri 2018 di Palu, Sulawesi Tengah, yang berakhir Minggu (25/3/2018) kemarin. Pada Kejunas Piala Mendagri 2018 tersebut, Jabar menempati peringkat dua dibawah Sulsel yang tampil sebagai juara umum.
 
“Secara umum, hasil di Piala Mendagri 2018 cukup menggembirakan. Kita hanya terpaut satu medali perak dari juara umum yang diraih Sulsel,” ujar Arif saat ditemui di gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Selasa (27/3/2018).
 
Jabar berhasil meraih total 19 medali dengan rincian tujuh medali emas, ‎empat medali perak dan delapan medali perunggu. Sementara Sulsel sukses merebut tujuh medali emas, lima medali perak dan enam medali perunggu.
 
Empat medali emas bagi Jabar disumbangkan dari kelompok umur U21 atas nama Tasya Salsabila dari Perguruan Inkanas Kabupaten Bandung di kata perorangan putri, Aqtur Dimarsah dari Perguruan Inkanas Kabupaten Bekasi di nomor kumite -67 kg putra, Imam Faturrachman dari Perguruan KKI Kabupaten Bandung Barat di nomor kumite -84 kg putra, dan Dinda Ayu Tlingtyas dari Perguruan Inkai Kabupaten Cirebon di nomor kumite -61 kg putri.
 
Lalu dua medali emas dari kelompok umur junior atas nama M Ivan Fairuz Taher dari Perguruan Inkai Kabupaten Bandung di nomor kata perorangan putra dan trio Dina Shintia D-Farda-Rissa Pratamia di kata beregu putri dari Perguruan Inkanas Kabupaten Bandung‎. Satu medali emas terakhir diraih Boy Nikcolas Bryan dari Perguruan Inkado Kota Depok di nomor kata perorangan putra kadet.
 
“Hasil di Piala Mendagri 2018 ini membuat kita waspada karena ternyata Sulsel cukup mendominasi di kelompok umur junior dan kadet. Tapi untuk PON XX, kita masih cukup optimistis karena karateka U21 kita masih unggul, ditambah delapan karateka senior yang saat ini berada di Pelatnas Asian Games 2018,” terangnya.
 
Meski demikian, lanjut Arif, pihaknya tetap memiliki pekerjaan rumah yang tidak mudah. Salah satunya untuk mempersiapkan karateka di kelompok umur kadet dan junior. ‎Pasalnya, Sulsel cukup merajai di kelompok umur kadet dan junior dengan raihan enam medali emas.
 
‎”Untuk kelompok umur junior dan kadet, kita terlalu bertumpu ke atlet PPLP. ‎Kedepan, dojo serta pengcab FORKI kota dan kabupaten bisa lebih intensifkan pembinaan dan kita akan lakukan program pendampingan.‎ Secara materi, kita tidak jauh berbeda dengan provinsi lain termasuk Sulsel. Hanya saja mental bertanding atlet perlu ditingkatkan,” tegasnya. (B1)